Rabu, 14 April 2021
Akun Fanpage Facebook Resmi Ustadz Abdul Somad Raib | Sebagian Warga Muslim di Aceh Baru Puasa Ramadhan Hari Ini | Rabu, Di Titik Wilayah Tertentu di Pekanbaru Mulai Diterapkan PPKM | Safari Ramadhan di Masjid Al-Huda Desa Mantiasa, Bupati Serahkan Bantuan Rp100 Juta | STIE Bangkinang Lakukan Assessment Lapangan Bersama Badan Akreditasi Nasional | Copot Stiker Berisi Ayat Alquran, 2 Perawat Terancam Hukuman Mati
 
Dinlai tak Manusiawi, Ketua MPC PP Pelalawan Kutuk Pelaku Pembunuhan Intan Siswi SMPN

- - , // - WIB

SULUHRIAU, Pelalawan- Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pelalawan Jufri SE, mengutuk keras pelaku pembunuhan Intan Aulia Sari (15) Siswi SMPN Bernas yang mayatnyat ditemuka beberapa hari lalu.

Jufri menilai, perbuatan tersebut tidak manusiawi. "Semoga pihak kepolisian bisa secepatnya menangkap pelaku serta menghukum seberat-berat nya, karena apa yang dilakukan pelaku sangat tidak manusiawi dan sangat kejam, semoga almarhumah  ditempatkan disisiNya, dan keluarga yg ditinggalkan tabah menerima cobaan ini," ujar Jefri kepada sejumlah media, di Kantor MPC PP Pelalawan, Ahad (14/2/2021).

Jefri juga meminta kepada RT/ RW agar lebih aktif dalam mendata para warga yang tinggal di daerah nya masing-masing sehingga diketahui siapa-siapa warga yg tinggal di wilayahnya tersebut.

"Saya menilai selama ini pendataan warga bagi RT itu sangat kurang, sehingga banyak tidak tahu siapa-siapa yang tinggal di daerah mereka,contoh nya di RT saya dan seharus nya wajib lapor se kali 24  jam bagi  warga yg baru pindah di RT itu," ungkap Jufri.

Lebih lanjut Jefri mengatakan, daerah Kabupaten Pelalawan ini termasuk daerah Industri dimana banyak orang akan datang untuk mencari pekerjaan ke Pelalawan ini khusus ke Kota Pangkalan Kerinci, sehingga setiap hari dipastikan ada saja yang datang dan ada yang pergi.

"Kita tidak tahu asal dan usul mereka serta tujuan mereka datang ke sini, bisa jadi mereka datang karena ke sini setelah melakukan kejahatan di tempat lain, dan banyak juga saya jumpai warga yang tidak memiliki indetitas di Kerinci ini,"  Ketua PP dua periode ini.
Ketua RT tambahnya betul-betul mendata warganya dan menerapkan wajib lapor 1 x 24 jam, setidak nya sistem ini bisa menimalisir tingkat kejahatan di Kabupaten Pelalawan ini terutama di Pangkalan Kerinci, karena disini banyak kontraktor yang membawa karyawan sendiri dari daerah mereka tapi tidak melaporkan kepada pihak Pemerintah.

"Sebagai ormas kami siap membantu bekerja sama jika di butuhkan," pungkasnya.

Seperti diberitakan  Intan Aulia Sari (15)  gadis belia ini tercatat duduk di bangku kelas IX Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Bernas Pelalawan.

Sebelumnya,  ia hilang beberapa hari. Namun adanya penemuan mayat perempuan tanpa identitas, di Jl.Lintas Bono KM.03 RT 001 RW 004 Desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, Kamis (11/2/2021) Sekira Pukul 15.00 WIB, hasil pengusutan polisi dan keluarga terungkap adalah Intan.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko melalui Kasat Reskrim AKP Ario Damar SIK, membenarkan bahwa jasad wanita yang di temukan di Jl. Lintas Bono pangkalan kuras itu adalah Anak yang hilang beberapa hari lalu.

"Ya benar jasad itu adalah anak yang hilang beberapa hari yang lalu, ada indikasi pembunuhan, namun kita tungu hasil autopsi lengkapnya," ujar kasat. (rls,jan)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved