Kamis, 15 April 2021
Situasi Makin Tak Kondusif, 200 Warga Indonesia Tinggalkan Myanmar | Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU RI Definitif | Kasus Covid-19 Riau di Posisi 4 Nasional, Gubri Tegaskan Lagi Patuh dengan Prokes | Prof. Quraish Shihab: Masa Nabi, Shalat yang Kita Lakukan Setelah Isya Itu Tidak Dinamai Tarawih | Habib Rizieq Marah-Marah di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong | Wako Pekanbaru Tegaskan ke Kepala Sekolah Disiplin Terapkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka
 
Sosial Budaya
Koleksi BBKSDA Riau Bertambah dengan Hadirnya Bayi Owa Ungko Sirih

Sosial Budaya - - Kamis, 18/02/2021 - 21:07:18 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Owa Ungko atau Hylobates agilis bernama Sirin melahirkan seekor bayi di kandang transit satwa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Kehadiran bayi Owa Ungko itu menambah koleksi satwa dilindungi di BBKSDA Riau.

Diketahui Sirin yang berusia 7 tahun diserahkan secara sukarela oleh warga penampungan Rohingya bernama Muhammad Yamin pada tahun 2017. Ia melahirkan pada Rabu (17/2/2021) dini hari.

"Kondisi induk dan anak Ungko saat ini sehat. Sedangkan jenis kelamin dan berat badan anak belum diketahui karena selalu dalam gendongan induknya," ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Kamis (18/2/2021).

Suharyono mengatakan, pejantan dari Ungko tersebut telah dititipkan di Lembaga Konservasi pada November 2020. Saat penitipan Ungko jantan, Ungko betina yang bernama Sirin belum terdeteksi dalam kondisi hamil.

Untuk kesehatan induk Ungko, pihak BBKSDA menambah asupan nutrisinya dengan tambahan porsi dan jenis makan induk tersebut. Tim medis dan perawat satwa selalu memantau kondisi dan perkembangan induk serta bayinya.

"Sang induk terlihat sangat melindungi anaknya dan tidak sedikitpun melepaskan anak tersebut dari gendongannya. Saat ini jumlah seluruh Ungko yang masih dilakukan observasi di kandang transit Balai Besar KSDA Riau adalah 7 ekor," kata Suharyono, dilansir cakaplah.com.

Terhadap Ungko-ungko tersebut, Suharyono menyatakan akan dilakukan tindakan konservasi demi kelestariannya. Bagi yang dinilai masih dapat survive di alam bebas akan segera dilepasliarkan ke habitatnya dan bagi Ungko yang berdasarkan hasil observasi sudah terlalu jinak akan dititipkan di Lembaga Konservasi yang ada. (*)




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved