Senin, 08 Maret 2021
Digelar Secara Sederhana, HUT ke-4 SMSI Diisi Cerita Sukses Tokoh Pers | Bangun Sinergitas Majukan Daerah, Bupati H.M Adil Silaturahmi  ke LAM Riau | Fuad Santoso Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua KNPI Riau | AHY Serukan Perlawanan KLB, DPD Demokrat 34 Provinsi Merapat | Tak Terima Ditegur Karena tak Disiplin Ngantre, Pria Ini Tikam Pengendara di Pom Bensin | Pelapor Abu Janda Dipecat dari Jabatan Ketua Umum KNPI
 
Hukrim
Sidang Kebakaran Gedung Kejagung, Saksi Ahli: Hampir Tiap Lantai Ditemukan Solar

Hukrim - - Senin, 22/02/2021 - 22:06:04 WIB

SULUHRIAU - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus kebakaran di Gedung Utama Kejagung RI pada Senin (22/2/2021), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Salah satu saksi yang dihadirkan merupakan ahli dari Labfor Polri, Nurcholis, yang menyebutkan hampir tiap lantai gedung ditemukan solar.

Awalnya, Hakim Ketua, Elfian menanyakan soal berapa titik temuan fraksi di lokasi kebakaran Gedung Kejagung. Hakim juga meminta saksi ahli untuk menjelaskan secara rinci di mana saja penemuan unsur solar tersebut.

"Lantai mana saja yang saudara temukan itu (solar)?" tanya hakim kepada Nurcholis di persidangan, Senin (22/2/2021).

"Mulai dari lantai dasar, ini di ruang UKPBJ ini terdeteksi fraksi solar. Ruang UKPBJ ini ada kode a, kode b, kode c. Ada daftarnya, untuk a dan b ini ada fraksi solar, kemudian kode c ada fraksi tinner," tutur Nurcholis menjawab.

Nurcholis melanjutkan, selain di lantai 6, di lantai 2, lantai 4, lantai 5 juga terdeteksi ditemukan unsur solar. Hakim menanyakan kembali bagaimana bisa Nurcholis menyimpulkan kebakaran berawal dari lantai 6.

"Dari analisa tingkat kerusakan," jawab Nurcholis.

Nurcholis kembali menjelaskan, pihaknya telah melakukan perbandingan terkait dengan sample-sample yang ditemukan dari tiap lantai. Dari sana terlihat bahwa barang-barang di lantai 6 memiliki tingkat kerusakan terparah akibat terbakar.

"Tingkat keparahan akibat kebakaran itu dipengaruhi oleh lamanya api menyala. Jadi kenapa kalau yang paling parah itu biasanya lokas pertama. Itu karena munculnya pertama," tuturnya dilansir dari okezone.com. (*)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved