Rabu, 14 April 2021
Akun Fanpage Facebook Resmi Ustadz Abdul Somad Raib | Sebagian Warga Muslim di Aceh Baru Puasa Ramadhan Hari Ini | Rabu, Di Titik Wilayah Tertentu di Pekanbaru Mulai Diterapkan PPKM | Safari Ramadhan di Masjid Al-Huda Desa Mantiasa, Bupati Serahkan Bantuan Rp100 Juta | STIE Bangkinang Lakukan Assessment Lapangan Bersama Badan Akreditasi Nasional | Copot Stiker Berisi Ayat Alquran, 2 Perawat Terancam Hukuman Mati
 
Internasional
Ngeri, 200 Peti Jenazah Jatuh ke Laut Setelah Pemakaman di Pinggir Tebing Longsor

Internasional - - Rabu, 24/02/2021 - 11:09:00 WIB

SULUHRIAU- Tanah longsor di kota pantai Camogli, Italia, menyebabkan 200 peti mati jatuh ke laut.

Pemakaman yang berada di jurang tepi laut Mediterania itu tergerus hingga jatuh ke air, Selasa (23/2/2021),

Petugas penyelam dan pemadam kebakaran bahu membahu mencari peti mati serta jenazah yang terlempar di laut untuk dievakuasi sementara.

Warga sebenarnya sudah memperingatkan bahwa posisi pemakaman sangat kritis akibat terus menerus tergerus gelombang laut.

Mereka kerap mendengar suara rekahan tanah. Para pekerja pun dikerahkan untuk memperbaiki lokasi pemakanan guna menghindari longsor, namun upaya mereka terlambat. Namun mereka berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari lokasi sebelum longsor.

Sebuah rekaman video menunjukkan seorang pria melompat ke tempat aman saat kuburan runtuh dan terjun ke jurang sedalam 200 meter.

Bangunan kapel berisi peti-peti jenazah ikut masuk jurang. Para pejabat setempat mengatakan, tidak ada korban dalam insiden itu namun ada staf yang dirawat karena syok.

Sementara itu warga yang anggota keluarganya dimakamkan di lokasi menyayangkan insiden ini. "Sangat menyedihkan, menyaksikan peti mati mengapung di laut. Kita butuh adanya rencana yang jelas dari dewan kota tentang apa yang akan mereka lakukan," kata seorang warga.

Penduduk setempat berdemonstrasi di luar Balai Kota Camogli seraya mengatakan keluhan mereka soal kondisi pemakaman yang tidak stabil tidak mendapat respons sebagaimana mestinya.

Wali Kota Camogli Francesco Olivari mengaku telah menerima puluhan panggilan telepon dari warga yang menanyakan jenazah kerabat mereka. "Kami melakukan yang terbaik untuk mengidentifikasi peti mati yang jatuh ke laut," ujarnya, dikutip dari The Sun, Rabu (24/2/2021).

Kepala pertahanan sipil setempat Giacomo Giampedrone mengatakan, prioritas utama adalah mengevakusi peti mati di laut dan memastikan daerah itu aman.

"Kami masih bekerja dengan tim penyelam dan pemadam kebakaran setempat, serta dewan untuk mencari peti mati secepat mungkin,"kata Giampedrone.

Video Pemakaman KH Maimoen Zubair di Makkah Pada Selasa malam petugas pemadam kebakaran menemukan 10 jenazah dari laut, lima di antaranya telah diidentifikasi, sementara pemeriksaan dilakukan terhadap jenazah lain. Daerah tersebut telah lama mengalami erosi pantai. Proyek untuk menopang tebing telah dimulai pada 2018.

Sumber: Inews.id
Editor: Jandri




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved