Rabu, 14 April 2021
Tindaklanjuti SE Menaker, Disenaker Riau akan Buka Posko Pengaduan THR | 10 Samsat Baru di Provinsi Riau, 4 sudah Beroperasi dan 6 Segera Menyusul | Akun Fanpage Facebook Resmi Ustadz Abdul Somad Raib | Sebagian Warga Muslim di Aceh Baru Puasa Ramadhan Hari Ini | Rabu, Di Titik Wilayah Tertentu di Pekanbaru Mulai Diterapkan PPKM | Safari Ramadhan di Masjid Al-Huda Desa Mantiasa, Bupati Serahkan Bantuan Rp100 Juta
 
Tanjung Pinang-Kepri
Pimpin Apel Penanggulangan Karhutla di Mapolres Tanjungpinang, Wako: Sarana Pemadam Masih Terbatas

Tanjung Pinang-Kepri - - Rabu, 24/02/2021 - 22:44:17 WIB

SULUHRIAU, Tanjungpinang– Polres Tanjungpinang menggelar Apel bersama Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) di Halaman Mapolres Tanjungpinang, Rabu (24/2/2021).

Apel dipimpin Walikota Tanjungpinang Hj.Rahma. Dalam kesempatan itu Wako menyampaikan, dalam beberapa hari ini sudah terjadi beberapa kali Karhutla di wilayah Tanjungpinang.

Pada Januari-Februari 2021 terpantau 40  hot spot. Jumlah ini
melebihi tahun lalu pada periode yang sama.

Rahmah juga mengatakan,"Saya menghimbau kepada seluruh lapisan  masyarakat khususnya kepada pemilik lahan yang jumlahnya cukup luas dari 2 hingga  ratusan hektar supaya jangan melakukan pembakaran hutan dan apabila mau membersihkan lahan atau semak bagi yang memiliki lahan sangat luat cukup dengan ditebang saja tidak usah dibakar.ucap Rahma.

"Mari bersama menjaga,  agar tidak terjadi titik api dan karhutla akan datang tidak yang bisa mengancam jiwa.  Saat ini musim kemarau dan angin kencang." katanya

Rahma mengajak untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi sudah terjadi satu unit mobil pemadaman karhutla Pemko Tanjungpinang terbabakar.N
”Dengan kejadian itu jelas armada damkar berkurang dari jumlah delapan tinggal tujuh," ungkap Rahma.

Rahma menambahkan, sarana lain untuk pendukunh pemadaman juga terbatas. Dalam peristiwa penanganan kebakaraan hutan lindung lalu, dari 12  Fire Hydrand, yang berfungsi hanya satu.

Ia berharap Pemrov Kepri melalui dinas terkait memperbaiki fire hydrant, karena sudah beberapa kali kebakaran di lokasi hutan lindung.

Selain itu, Rahma bersama Kapolres juga meminta untuk di buatkan portal di hutan lindung mengingat lokasi itu merupakan wewenang provinsi, sehingga orang yang keluar masuk bisa dibatasi.

Sementara itu, Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando S.H.S.IK mengatakan, Polri akan menindak tegas masyarakat ataupun pemilik lahan yang melakukan pembakaran lahan maupun hutan, karena itu sangat beresiko tinggi dan dapat merugikan semua pihak.

"Apabila api membesar susah dikenadalikan, akibatnya seperti yang terjadi dengan terbakarnya mobil pemadam kebakaran," katanya.  

Dalam musibah kebakaran di Hutan lindung, Kapolres mengajak seluruh Masyarakat yang ada di Kota Tanjungpinang supaya tidak melakukan pembakaran lahan. (rls,jks)

Editor: Khairul




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved