Rabu, 14 April 2021
Akun Fanpage Facebook Resmi Ustadz Abdul Somad Raib | Sebagian Warga Muslim di Aceh Baru Puasa Ramadhan Hari Ini | Rabu, Di Titik Wilayah Tertentu di Pekanbaru Mulai Diterapkan PPKM | Safari Ramadhan di Masjid Al-Huda Desa Mantiasa, Bupati Serahkan Bantuan Rp100 Juta | STIE Bangkinang Lakukan Assessment Lapangan Bersama Badan Akreditasi Nasional | Copot Stiker Berisi Ayat Alquran, 2 Perawat Terancam Hukuman Mati
 
Daerah
Ipda Dymas Kapolsek Teluk Meranti Emban Tugas Padamkan Api di Titik Rawan Karhutla di Pelalawan

Daerah - - Kamis, 25/02/2021 - 08:57:35 WIB

SULUHRIAU, Pelalawan– Ipda Dymas Bagus Bimantara,S.Tr.K Kelahiran Pasuruan, 2 November 1995  dipercaya oleh kesatuannya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Teluk Meranti, jajaran Polres Kabupaten Pelalawa, Provinsi Riau.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2018 ini sekarang menjabat sebagai Kapolsek Teluk Meranti Polres Pelalawan.

Melalui Whatshapp kepada  mediacenter Pelalawan Rabu (24/2/2021), Ipda Dymas yang merupakan Kapolsek termuda di jajaran Polres Pelalawan ini mengatakan, saat ini dihadapkan pada tantangan cukup berat.

Terutama dalam penanganan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sebab, di tempat dia bertugas termasuk daerah yang rawan terjadinya karhutla.

Di Kecamatan Teluk Meranti ini memiliki banyak kontur tanah bergambut. Ipda Dymas mengatakan mau tak mau kini harus bekerja lebih keras untuk mengatasi masalah tersebut.

Apalagi sekarang musim kemarau dan penanganan karhutla menjadi atensi langsung Presiden Republik Indonesia Jokowidodo.

Ia menambahkan, terkait urusan keluarga, untuk mengobati kerinduannya Dymas mengaku menyemmpatkan untuk video call bersama istri dan anak yang sekarang masih dalam kandungan serta juga kedua orangtua.
Meskipun kadangkala terkendala dengan sinyal.

“Alhamdulillah saya selalu di support oleh orang-orang yang saya sayangi. Di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, perjalanan ke titik pemadaman seringkali harus menggunakan speed boat dan tantangannya adalah ombak yang kuat. Karena di Teluk Meranti terkenal dengan sungainya yang dapat menciptakan ombak yang sangat besar yaitu Ombak Bono. Kami sering mengalami kendala dalam perjalanan, sampai pernah speed boat yang kami naiki, putus kendalinya akibat di hantam ombak. Alhamdulillah masih diberikan keselamatan oleh Allah SWT” Jelas Ipda Dymas.

Ditambahkan juga,  pemadaman di tanah gambut sangat berbeda dengan tanah mineral, karena tanah gambut apabila sudah terbakar dan kita injak, kaki kita akan masuk kedalam tanah tersebut.

Bara api didalam tanah gambut masih menyala, sangat berbahaya untuk orang yang belum paham dengan sifat tanah gambut. Apabila terjadi Karhutla, saya selalu memberikan atensi kepada anggota agar selalu mengutamakan keselamatan diri.

Lalu saya melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait untuk bersama-sama mengatasi bencana ini. Apabila cukup besar, biasanya kami meminta untuk dilaksanakan water boombing menggunakan helikopter dan membuat sekat bakar menggunakan excavator untuk membatasi penyebaran api semakin meluas.

Untuk upaya melalui darat, kami menyiram titik api tersebut dengan menggunakan berbagai alat seperti mesin sibahura, mini tohatsu, ministriker, robin dan lain sebagainya.

 “Alhamdulillah banyak TKP Karhutlah yang sudah dapat saya dan anggota padamkan. Berkat kerjasama dan koordinasi yang baik di semua lini. Sampai saat ini selalu bersyukur masih selalu bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat terutama untuk membuat udara yang bersih dan bebas asap untuk seluruh masyarakat, karena udara yang bersih dibutuhkan oleh anak cucu kita," katanya.

Sebelumnya Ipda Dymas juga bercerita bahwa Jarak tempuh Polres Pelalawan ke Polsek Teluk Meranti kurang lebih 3 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang cukup parah.

Tantangan utama di wilayah hukum Polsek Teluk Meranti ini adalah kebakaran hutan dan lahan, yang menjadi atensi bapak Presiden Jokowidodo saat ini.

“Banyak cerita yang saya dapatkan saat melaksanakan pemadaman Karhutla. Mulai dari lahan terbakar yang susah di jangkau, jatuh bangun dari motor, tanah gambut yang dalam, sumber air jauh, cuaca panas terik, lahan semak yang sangat luas.

"Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan dan keselamatan bagi kita semua. Insyaallah lelah kami menjadi berkah untuk semuanya, amin.” Sambung Ipda Dymas.

Ia terpisah oleh jarak dengan istri yang sedang hamil yang tinggal di Jakarta untuk sebuah amanah tugas di Pelalawan Riau. (*)

Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved