Kamis, 18 April 2019
Pendukung Prabowo Laporkan Lembaga Survei soal QC Pilpres ke KPU | Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Gambar Kemaluan di Masjid Cilandak | Soal Kurangnya Surat Suara di TPS, Ini Jawaban Versi KPU Riau | Prabowo Menang Telak di Wilayah Kediaman Ustadz Abdul Somad | Kajari Natuna Beserta 19 Anggota Nyoblos Di TPS 16 Jl Hang Jebat | Antusias, Warga Perumahan Putri Tujuh Sidomulyo Barat Gunakan Hak Suara Pemilu 2019
 
Profil

HM Firdaus, MSi
Konsisten dengan Profesi Sebagai Dokter Hewan

BAGI kalangan pegawai negeri sipil (PNS) nama drh H Muhammad Firdaus, MSi yang akrab dipanggil Fir ini tidak asing.

Lelaki kuning langsat nan tampan ini penuh dengan gurauan, tidak banyak cincong dan tidak membosankan berteman dengannya.

Senyum khas dan ketawanya membuat dia familier dan tidak membuat rekan-rekan sekerja dan orang luar pekerjaanya merasa sungkan lebih akrab dengannya.

Satu ketika ia pernah bergurau dan setengah bertanya," Seorang doker ingin berpacaran dengan pasiennya, tetapi pasiennya tidak bisa menerimanya, kenapa?"

Lalu Ia menjawab sendiri pertanyaannya itu, "Karna dokter tadi seorang dokter hewan yang pasiennya hewan semua," katanya sambil tertawa.

Namun di balik gurauannya, pria kelahiran 1973 ini bukan tidak serius. Dalam tugasnya sebagai Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Pekanbaru, sangat serius mengurusi pekerjaanya, terutama ketika melayani masyarakat petani peternak yang punya berbagai urusan untuk kemajuan peternakan di Pekanbaru ini.

Lulusan Dokter Hewan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengaku menikmati hidup dan profesinya sebagai dokter hewan.

"Disamping saya aparatur negara yang mengurus soal peternakan, secara pribadi saya juga konsisten dengan profesi sebagai dokter hewan. Saya menganggap profesi ini sangat mulia," ujarnya berbincang dengan suluhriau.com pekan lalu.

Sebab itu kata suami dari Hj Febrianty Spt, Msi ini, sampai kapanpun ia akan tetap konsisten dengan profesi sebagai dokter hewan tersebut.

Menurut mantan Kepala Seksi (Kasi) Hewan di Distan Pekanbaru ini, letak mulianya profesi tersebut karena bisa membantu dalam menyembuhkan hewan yang sakit, apakah itu hewan ternak ataupun hewan peliharaan menjadi hobby masyarakat. "Ketika hewan sakit lalu diobati dan sehat, ada kepuasan tersendiri di hati saya," ujar ayah Atika Fairuz Khalisa.

Bekerja sebagai PNS dan memiliki jabatan strategis saat ini, tidak lantas membuat pria lulusan S2 Universitas Riau (UR) ini jumawa. Baginya tugas dan jabatan adalah amanah dan tanggungjawab.

Ia mengaku tidak menghamba pada jabatan, namun begitu dipercayakan dijalankan sebaik mungkin.

Sebagai pejabat dibidang peternakan, ia punya cita-cita bagaimana Kota Pekanbaru ini petani peternak bisa berkembang dengan baik untuk memenuhi kebutuhan daging warga kota, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.

Di tengah minimnya sumber daya manusia (SDM) dokter hewan di Pekanbaru ini, tentu saja peran Firdaus sangat berarti bagi warga kota ini untuk dapat membantu kelangsungan kesehatan hewan.

Untuk itu dia dengan suka rela menerima warga yang berkonsultasi soal kesehatan hewan mereka.
"Banyak yang bertanya dan konsultasi mengenai keluhan tentang kesehatan hewan peliharaan dan peternakan mereka pada saya. Sejauh saya tahu solusinya saya berikan. Ini cara saya membantu sesama," katanya merendah.

Kini Firdaus melalui institusi Dinas Pertanian tengah serius mensukses program peternakan kelompok tani melalui kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di bawah kepemimpinan Walikota-Wakil Walikota Firdaus, MT-Ayat Cahyadi, ST.

Disamping itu ia berusaha denga ilmu yang dimiliki sebagai dokter hewan mampu melindungi kesehatan masyarakat dalam pengawasan dan peredaran daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Semoga sukses selalu pak!. (*)
 
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved