Gelorakan Pembebasan Palestina, Imam Mesjid Al Aqsa: Umat Islam Seperti Pohon Zaitun Kamis, 09/06/2016 | 22:17
Foto detik.com
SULUHRIAU- Imam dan Khatib Masjid Al Aqsha, Syaikh Ikrimah Sabri mengingatkan momen Ramadhan untuk menggelorakan kembali perjuangan pembebasan Palestina.
Itu disampaikannya dalam ceramah saat berkunjung ke Indonesia melalui acara yang bertajuk "Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Syaikh Ikrimah Sabri" digelar di Hotel Bidakara, Kamis (9/6/2016).
Syaikh Ikrimah menyampaikan ceramahnya dalam bahasa Arab. "Kita datang ke Indonesia untuk menyatakan bahwa Indonesia adalah negara Islam. Umat Islam seperti pohon zaitun, satu pohon bersaudara.
Syaikh Ikrimah berpesan tentang peran penting umat Islam Indonesia dalam proses pembebasan Palestina. Syaikh Ikrimah juga berharap di Indonesia akan lahir tokoh seperti Umar bin Khattab yang membebaskan Palestina.
"Umat Islam pernah melahirkan orang besar seperti Umar bin khattab, Salahudin al Ayyubi .. semoga ada juga terlahir dari Indonesia, untuk bersama membebaskan Al Quds (Masjid Al Aqsa)," jelasnya. "Kita ingin Allah menerima amalan yang kita terima. Amalan semua umat Islam dan umat Islam Indonesia," lanjutnya.
Syaikh Ikrimah mengatakan bangsa Palestina bagian dari ummat Islam. Apa yang bangsa Palestina alami seharusnya juga bisa dirasakan oleh bangsa lainnya.
"Nantinya tanggung jawab menjaga Palestina dipikul bersama-sama. Kami bersyukur kepada masyarakat dan pemerintah (Indonesia) yang secara penuh mendukung perjuangan Palestina," imbuhnya.
Sementara itu Ketua Asia Pacific Community for Palestine, Saiful Bahri mengatakan acara tersebut merupakan rangkaian awal dari deklarasi nasional pembebasan Masjid Al Aqsa. Saiful berharap ke depan akan terbentuk forum nasional untuk pembebasan Masjid Al Aqsa.
"Ini sebagai mukaddimah, nantinya kita harapkan ada deklarasi nasional untuk Masjidil Aqsho. Ini hanya sebagai pembuka saja. Nantinya beliau akan datang ke tempat-tempat lainnya. Hasilnya diharapkan terbentuk forum nasional. Ada wadah dokter, politisi, insinyur diharapkan semua bisa bersatu untuk membela Palestina," paparnya.
Di akhir acara ada pembacaan puisi dua bahasa berjudul "Palestina, Bagaimana Aku Bisa Melupakanmu" oleh penyair Taufik Ismail dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab oleh Dosen Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Nabilah Lubis.