Bupati Ajak Warga Sakai Majukan Bengkalis Sabtu, 17/12/2016 | 14:11
DURI, Suluhriau- Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Jumat (16/12/2016) mengajak seluruh tokoh Batin Sakai delapan dan lima Majelis Suku Sakai Riau Provinsi Riau, untuk bersatu padu memajukan daerah, khususnya Negeri Junjungan.
"Orang Sakai harus ikut berkiprah dalam setiap derap pembangunan di daerah ini. Jangan sampai dibilang orang, Suku Sakai ini hanya bisa membuat masalah. Tetapi bagaimana Suku Sakai ini bisa bersatu demi kemajuan Kabupaten Bengkalis Negeri Junjungan yang kita cintai ini," ungkap Amril Mukminin dalam pertemuan di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan, Jum'at (16/12/2016).
Dalam pertemuan itu dengan Batin Sakai delapan dan lima, Ketua Majelis Suku Sakai Riau Suhardi memaparkan tentang program kerja organisasi dan sekaligus berdialog langsung dengan Bupati Bengkalis. Dalam arahan Amril Mukminin menyampaikan bahwa keberadaan Suku Sakai harus bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan suku-suku lain. Untuk itu, orang Sakai jangan pernah merasa minder atau malu untuk berkiprah dan eksis dalam setiap percaturan di Negeri Junjungan ini.
Keberadaan Suku Sakai di Provinsi Riau, harus mampu berkontribusi positif bagi daerahnya. Jika selama ini orang Sakai hanya mencari kerja. Hendaknya, kedepan dapat menciptakan lapangan kerja. "Apalagi sekarang suku-suku sakai telah banyak bersilang, artinya orang Sakai telah memilih pendamping hidupnya dengan suku-suku yang lain. Ini jelas suku sakai menunjukan perubahan dibanding dengan masa yang lalu," imbuh mantan Kepala Desa Muara Basung ini.
Pada akhir pertemuan dan dialog bersama perwakilan Batin Suku Sakai, Bupati Amril mengharapkan agar pengurus Majelis Suku Sakai maupun Batin Suku Sakai untuk bekerja sesuai dengan program kerja yang telah disepakati bersama.
Dihadapan undangan yang hadir Bupati Amril juga menyampaikan program-program kerja Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang selama ini terkendala, untuk tahun 2017 yang akan datang akan terlaksana dengan baik dan ini tidak terlepas dari dukungan kita semua.
Hadir Ketua Majlis Suku Sakai Riau Suhardi, Sekretaris Camat Toharuddin, Wakapolsek Mandau, Danramil Mandau, Batin-batin di wilayah Mandau, Pinggir dan Minas. (bahan berita)
DURI - Seiring perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, kehadiran masyarakat Suku Sakai tidak bisa diabaikan. Karena masyarakat suku sakai merupakan potensi, sekaligus juga dapat kontribusi dalam derap pembangunan di daerah ini.
"Artinya, orang Sakai tidak boleh lagi diidentikan apalagi memposisikan diri dengan keterbelakangan dan keterasingan. Apalagi kita bisa menyaksikan sendiri, saat ini orang Sakai telah diperhitungkan di berbagai sektor kehidupan di negeri ini," ungkap Bupati Bnegkalis Amril Mukminin pada pertemuan dan silaturahmi bersama Batin Sakai delapan dan lima, Ketua Majelis Suku Sakai Riau, di Gedung LAMR Kecamatan Mandau, Jumat (16/12/2016).
Dikatakan Amril, Suku Sakai saat ini sudah bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan masyarakat lainnya di tengah tatanan kehidupan yang modern dan kian cepat bergerak maju. Untuk menunjukkan jati diri tersebut, orang-orang Sakai, terlebih wadah organisasi yang menaungi, dituntut lebih aktif untuk mengangkat keberadaan Suku Sakai agar lebih maju di masa mendatang.
"Orang sakai dengan berbagai tradisi dan kebudayaan yang dimiliki, menjadi potensi sangat besar bagi Kabupaten Bengkalis, maupun Provinsi Riau. Kami menaruh harapan besar kepada Suku Sakai Riau," ungkap mantan anggota DPRD Bengkalis tiga priode.
Amril mengajak seluruh masyarakat Suku Sakai untuk terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan, baik itu sesama Suku Sakai maupun dengan masyarakat berbilang kaum dari suku. Ibarat sebuah bangunan, keberadaan suku-suku di Kabupaten Bengkalis ini. "Layaknya pilar-pilar yang selalu menopang, saling memperkokoh, antara satu pilar dengan pilar tidak ada yang boleh merasa kuat dan paling hebat, namun saling menopang dan mendukung," ujarnya.
Bupati Bengkalis juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu menyesatkan, yang bisa memperkeruh suasana. Setiap informasi maupun isu-isu yang beredar, saring atau filter terlebih dahulu dengan cara meneliti kebenarannya, bukan hanya isinya, tetapi juga sumbernya, sehingga tidak menimbulkan persepsi salah. (las)