☰ Peristiwa Pertanyakan Data Bantuan KAT, Mahasiswa Sakai Datangi Kantor Disdik Bengkalis Rabu, 28/12/2016 | 20:20
BENGKALIS, Suluhriau- Puluhan mahasiswa dari Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sakai Riau (HPPMS-R) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis, Jalan Pertanian, Rabu (28/12/2016).
Mereka menuntut pihak Disdik Bengkalis menjelaskan soal bantuan mahasiswa Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sakai yang diduga ada yang salah sasaran.
"Kita sebelumnya pernah mempertanyakan masalah ini dan pada 2015 lalu sekitar 60 orang dari mahasiswa Sakai menerima bantuan beasiswa sebesar Rp15 juta," ungkap Anggota HPPMS R Andika.
Dikatakan, seminggu yang lalu dilakukan pertemuan dan disepakati sebelum pencairan dilakukan pengeceken untuk mengetahui nama-nama penerima. Namun, sebelun itu dilakukan, pencairan terlebih dahulu dilakukan oleh Disdik Bengkalis pada 27 Desember 2016.
"Kemudian ada anggaran Rp540 juta untuk bantuan pendidikan KAT Sakai dan Akit, data itu diduga hanya data 'siluman', karena kami tidak menerimanya," paparnya.
Puluhan mahasiswa Sakai ini juga mempertanyakan prosedur Disdik Kabupaten Bengkalis dalam melakukan verifikasi penerima bantuan. Termasuk adanya 39 orang mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa itu apakah dari KAT Sakai ataupun Akit.
Dari 145 mahasiswa yang mengajukan KAT, diantaranya merupakan 61 mahasiswa Sakai dan selebihnya Akit. Anehnya, mahasiswa dari Suku Akit dalam perkiraan berjumlah lebih sedikit.
"Dari Sakai 61 mengusulkan beasiswa KAT, 19 dinyatakan tidak lulus. Namun selebihnya itu Akit ada 39 yang menerima KAT. Apakah, 39 itu dari Suku Akit? Kami menduga 39 nama yang lolos itu tidak akurat," tegasnya.
Kedatangan puluhan mahasiswa tersebut ditemui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Azman. Dari pertemuan yang digelar, Disdik Kabupaten Bengkalis menjadwalkan Jum'at (30/12/2016) rapat internal dengan tim verifikasi.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Azman menegaskan, akan melakukan pengecekan ke-39 penerima bantuan pendidikan yang diduga di luar KAT Sakai.
"Jika dana tak tepat sasaran bagi yang menerimanya, kami akan meminta penerima bertanggungjawab dengan mengembalikan dana yang telah dikirimkan itu," katanya. (las)