Mushalla Ukhwatun Putri Tujuh Gelar Pelatihan Imam Sabtu, 09/02/2019 | 09:10
SULUHRIAU, Pekanbaru- Di tengah mulai melunturnya pengetahuan dan pemahaman tentang membaca ayat Alqura'an, menjadi keharusan bagi umat Islam untuk meningkatkan pengetahuan membaca Ayat suci ini.
Dilatarbelakangi atas kesadaran inilah, pengurus dan jamaah Mushalla Ukwatun Perumahan Putri Tujuh, RW 03, Kelurahan, Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan-Pekanbaru, menggagas dan mengadakan pelatihan tajdwid Alquran, sekaligus belajar atau pembinaan untuk menjadi imam di mushalla tersebut. Rencanya kegiatan ini akan berlangsung selama lebih dua bulan.
Pelatihan yang digelar sederhana, namun penuh makna ini, menghadirkan guru atau ustadz Drs Saharuddin, seorang qari tilawah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Riau.
Ustadz Saharuddin yang juga salah seorang pejabat di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pekanbaru sudah bertungkus- lumus mengajarkan ilmu tajwid Alqura'an demi baiknya bacaan Kitab Suci Umat Islam.
Acara pelatihan ini dibuka Ketua Mushalla Ukwatun Yonesri, Jumat (9/2/2019) malam yang dihadiri sejumlah pengurus, ghorim serta puluhan jama'ah dan remaja Mushalla ukhwatun.
Yonesri menyampaikan, bahwa kegiatan pelatihan tajwid atau imam ini bukan hanya untuk bapak-bapak yang berpotensi menjadi imam, melainkan juga jamaah umumnya dan generasi muda remaja mushalla sebagai bekal pengetahuan membaca Alquran dengan benar, sekaligus sebagai estafet bagi yang sudah tua-tua.
Sebab itu kata Yonesri mengaskan tidak ada batasan jamaah untuk ikut pelatihan ini. "Harus kita akui, tidak semua kita fasih dan mengerti betul cara benar membaca Alquran, maka kita datangkan guru yang betul-betul pakar dibidang ini," katanya sembari mengatakan agar momen ini tidak disia-siakan.
Sementara itu, Ustadz Saharudidin dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas gagasan pengurus dan jamaah Mushalla Ukhwatun. "Saya sangat mendukung kegiatan ini, saat ini tidak banyak pengurus mesjid atau mushalla di Pekanbaru melakukan pelatihan tajwid atau imam ini," katanya sembari mengucapkan terima kasih kepada jamaah mushalla Ukhwatun.
Ia mengatakan, di banyak mesjid dan mushalla terjadi masalah krisis imam, sehingga ada yang 'dirasa' tidak layak menjadi imam, justru maju menjadi imam, dan dampaknya tidak jarang mendapat komplain dari jamaahnya. "Kalau beginikan, niat yang tadinya baik, menjadi tidak baik, maka inilah kita perlu belajar sebagai evaluasi diri membaca Alquran yang benar. Ini bukan belajar mengaji, tetapi memperbaiki bacaan Alqur'an. Belajar membaca Alqur'an tidak ada batasnya. Karena kalau ayat Alquran kita baca salah, maknanya akan salah dan itu akan menimbulkan dosa," paparnya.
Pada pelatihan hari pertama Ustadz Saharuddin memberikan metari tentang cara menyebut huruf hijaiya yang benar (huruf Alquran-red), seperti menyebut huruf, alif, ba, ta, tsa, dan seterusnya, lalu dihubungkan dengan hukum-hukum tajwid Alqur'an itu.
Pelatihan ini diikuti Jamaah Ukwatun antusias. Salah seorang jamaah Mushalla Ukwatun yang mengikuti peatihan ini, Jazuli (60) mengaku sangat senang dan mengesankan. Pelatihan ini katanya sangat menarik. "Saya kira ini momen bagi kita untuk belajar cara membaca Alquran dengan benar, karena mungkin ada yang belum pernah belajar seperti ini," pungkasnya. (Chr)