Humas BNPB Sutopo Meninggal Dunia Minggu, 07/07/2019 | 20:02
SULUHRIAU- Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menghembuskan nafas terakhirnya.
Dia meninggal dunia, Minggu dini hari, pukul 02.00 di Guangzhou, China.
Sutopo meninggal dalam perjuangannya melawan kanker paru-paru. Ia didiagnosis sekitar awal Desember 2017. Dan beberapa waktu lalu dia bertolak ke Guangzhou untuk menjalani pengobatan.
Jenazah Sutopo diberangkatkan dari Guangzhou, China, ke Indonesia. Setiba di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah disemayamkan di rumah duka Raffles Hill Cibubur.
Besok pagi, jenazah akan diterbangkan ke Bandara Adi Soemarmo untuk dimakamkan di Boyolali.
Sutopo sendiri lahir pada 1969, pria lulusan Fakultan Geografi Universitas Gadjah Mada ini mengawali kariernya di tahun 1994 dengan bekerja sebagai peneliti di bagian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Dia kemudian menghiasi informasi di BNPB di tahun 2010. Salah satu yang terkenal saat dia menjadi rujukan ketika dia meneliti tanggul Situ Gintung yang menewaskan 100 orang di tahun 2009 lalu.
Ayah Sutopo Purwo Nugroho, Suharsono, menceritakan komunikasi terakhir dengan almarhum anaknya.
Dia sempat menangis saat mengetahui kondisi Sutopo menurun sehari sebelum meninggal.
"Kondisi drop hari Sabtu kemarin saya diberi fotonya dia ada alat pembantu oksigen itu," kata Suharsono kepada wartawan di kediaman Sutopo, Raffles Hills, Cimanggis, Depok, Minggu (7/7/2019).
Saat itu, Suharsono sempat menangis karena tahu kondisi anaknya kembali menurun. Menurutnya, Sutopo terlihat lemas saat difoto.
"Saya sampai menangis pada waktu dikirimi foto oleh anak saya, sudah gitu keliatan loyo gitu," ungkap Suharsono.
Selain itu, Suharsono sempat bercerita soal kedekatan Sutopo dengan ibunya. Selama sakit, sebut Suharsono, Sutopo dirawat oleh ibunya sendiri.
"Ibunya saya suruh merawat di sini, jadi dari Boyolali saya suruh ke sini merawat. Memang sejak kecil, dia dengan ibunya dekat dan masakan ibunya itu dia cocok. Sambal, istilahnya sambal Tumpang. terus kesukaannya makanan khas Boyolali sambal lethok," ujar Suharsono.