Seorang JCH Riau Asal Inhu Meninggal di Mekkah Senin, 05/08/2019 | 08:06
SULUHRIAU- Kabar duka menyelimuti keluarga besar jamaah calon haji (JCH) Riau tahun 2019. Satu orang JCH asal Indragiri Hulu (Inhu) atas nama Sugiati Binti Saliman (54 tahun) berpulang kerahmatullah Minggu sekitar pukul 01.40 WAS di RS King Faisal Makkah Al-Mukarramah.
Almarhumah asal Desa Sei Beras-beras Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Inhu, Riau ini tergabung dalam Kloter 6 BTH Rombongan 6 Regu 22.
Beliau meninggalkan seorang suami yang juga ikut berangkat haji bersamanya, yakni Sanipan Bin Tarja Mustar (60 tahun) dan seorang anak di kampung halaman.
Disampaikan Sanipan, almarhumah menderita beberapa penyakit bawaan yakni jantung, liver dan stroke. Selama di Makkah almarhumah sudah memperlihatkan keadaan kesehatan yang kurang baik.
Sempat dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan RS King Faisal, dan sembuh. Beliau pun tetap semangat menjalankan ibadah meskipun terbatas di dalam hotel saja.
Dari laporan petugas haji Riau, Eka Putra Nazir yang diposting di akun FB resminya dilihat pagi Senin (5/8/2019) menyebutkan, sampai hari Minggu tengah malam sekitar pukul 12.00, Sugiati drop dan dilarikan ke RS King Faisal kembali.
Hanya satu jam di RS, Allah SWT berkehendak lain. Sugiati menghembuskan nafas terakhirnya didampingi suami tercinta.
Tentu saja ini merupakan pukulan berat bagi Sanipan. Bahkan ketika kabar ini disampaikan kepada keluarga di tanah air, semua berharap Sanipan sedang bercanda. Sebab sang ibu berangkat dalam keadaan ceria dan penuh semangat.
Atas musibah itu, Sanipan mengaku ikhlas dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.
"Semoga Allah SWT menerima niat ibadah haji istri saya walaupun belum sempat dia kerjakan. Kepada yg mengenal almarhumah dan kami semua, saya menyampaikan permohonan maaf. Mohon doakan istri saya diterima di sisi Allah SWT dan mendapat surga. Amin ya rabbal alamin," katanya.
Suasana doa bersama siang dan maghrib tadi yg diselenggarakan Kloter 6 BTH berlangsung penuh haru. Para jamaah, khususnya sahabat almarhumah selama di tanah suci, tidak kuasa menahan tangis saat memanjatkan doa memohon keampunan dari Allah SWT. (jan,khr)