Iran Mengaku Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Maskapai Ukraina Sabtu, 11/01/2020 | 14:13
SULUHRIAU- Otoritas Iran akhirnya memberikan pengakuan mengenai jatuhnya pesawat maskapai Ukraina di Iran.
Untuk pertama kalinya, Angkatan Bersenjata Iran mengaku telah tak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang milik maskapai Ukraina itu dikarenakan kesalahan manusia (human error). Penembakan itu dilakukan saat pesawat penumpang tersebut terbang di dekat lokasi militer sensitif.
Dalam pernyataannya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/1/2020), Angkatan Bersenjata Iran menyatakan telah menembak jatuh pesawat penumpang tersebut karena mengiranya sebagai pesawat musuh.
Akan Diadili
Namun Iran memastikan, personel yang bertanggungjawab menembak jatuh pesawat sipil Ukraina akan diadili.
Dalam pernyataan yang disampaikan dalam rilis pers seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/1/2020), militer Iran menyatakan bahwa para pelaku akan segera dibawa ke pengadilan militer.
"Kami meyakinkan anda bahwa dengan melakukan reformasi mendasar dalam proses operasional di tingkat Angkatan Bersenjata, kami tidak akan mungkin mengulangi kesalahan semacam itu," demikian disampaikan militer Iran dalam rilis persnya.
Pengakuan ini disampaikan hari setelah pemerintah Iran berulang kali membantah tuduhan negara-negara Barat bahwa pihaknya bertanggung jawab atas tragedi itu.
Pesawat penumpang tersebut ditembak jatuh pada Rabu (8/1) pagi waktu setempat, beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan militer yang menjadi markas pasukan Amerika Serikat di Irak. Serangan rudal itu sebagai pembalasan atas tewasnya jenderal Iran, Qassem Soleimani dalam serangan udara AS di Baghdad, Irak.
Sebelumnya, otoritas penerbangan Iran membantah tuduhan negara-negara Barat yang menyebut pesawat maskapai Ukraina itu dijatuhkan oleh rudal Iran. Ditegaskan Iran bahwa ada koordinasi erat antara otoritas pertahanan udara dan departemen penerbangan sipil.
Seperti dilansir Associated Press, Jumat (10/1/2020), bantahan ini disampaikan oleh Kepala Departemen Penerbangan Nasional Iran, Ali Abedzadeh, yang secara yakin menyatakan tidak ada rudal yang mengenai pesawat maskapai Ukraine International Airlines yang membawa 176 penumpang dan awak tersebut.
"Yang jelas bagi kami, dan yang bisa kami katakan dengan pasti, adalah tidak ada rudal yang mengenai pesawat," tegas Abedzadeh dalam konferensi pers di Teheran.
Data penerbangan menunjukkan pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 itu lepas landas secara wajar dari Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran pada Rabu (8/1) pagi, sekitar pukul 06.12 waktu setempat. Saat itu pesawat hendak mengudara menuju ibu kota Kiev, Ukraina.
Masalah serius muncul sekitar dua menit kemudian, saat pesawat jenis Boeing 737-800 itu berada di ketinggian 8 ribu kaki (2.400 meter) dan berhenti mengirimkan data. Rekaman video yang muncul di internet menunjukkan pesawat terbakar sebelum jatuh ke daratan dan memicu bola api serta ledakan.
Pesawat diketahui membawa 176 orang yang terdiri atas 167 penumpang dan 9 awak pesawat. Semuanya dipastikan tewas. Data dari otoritas setempat menyebut pesawat itu membawa 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris.