Sidak Minyakita di Pekanbaru, Satgas Saber Temukan Stok di Distributor Kosong Kamis, 30/04/2026 | 20:14
SULUHRIAU, Pekanbaru- Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Harga Pangan Kota Pekanbaru melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang distributor minyak goreng Minyakita di kawasan Pergudangan Avian, Jalan Siak II, Kamis (30/4/2026).
Sidak dilakukan untuk menelusuri penyebab melonjaknya harga Minyakita di pasaran.
Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kota Pekanbaru, Tipidter Polresta Pekanbaru dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru itu dipimpin Staf Ahli Walikota Pekanbaru, Dr Abdul Jamal.
Ada tiga lokasi pergudangan yang diperiksa, di antaranya milik CV Bintang Terang dan CV Suka Karya Bersama.
Dari hasil pengecekan, tim mendapati stok Minyakita di kedua distributor tersebut dalam kondisi kosong. Pihak distributor mengaku pasokan terakhir diterima dari Grup Wilmar pada pertengahan April 2026, dan hingga kini belum ada alokasi tambahan.
Manager CV Bintang Terang, Ari, menjelaskan pasokan Minyakita yang mereka terima berasal dari Wilmar melalui Dumai.
Namun, gudang penyimpanan Minyakita perusahaan itu disebut berada di Duri, Kabupaten Bengkalis, bukan di Pergudangan Avian sebagaimana tercantum dalam aplikasi Simirah Kementerian Perdagangan.
"Untuk Minyakita, gudang kami di Duri," ujarnya saat memberikan penjelasan kepada tim sidak.
Temuan serupa juga didapati di CV Suka Karya Bersama. Alamat gudang penyimpanan Minyakita ternyata tidak lagi berada di Pergudangan Avian, melainkan telah dipindahkan ke Pergudangan Platinum.
Direktur CV Suka Karya Bersama, Tommy, mengatakan perusahaan terakhir menerima pasokan sebanyak 19.800 liter pada 15 April lalu.
"Sesuai kesepakatan dengan Wilmar, alokasi yang kami terima untuk kebutuhan Riau daratan, jadi bukan sepenuhnya untuk Pekanbaru," jelas Tommy.
Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Dinal Husna, mengatakan sidak dilakukan setelah harga Minyakita di Pekanbaru melonjak dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 menjadi sekitar Rp20.000 per liter.
Menurutnya, minyak goreng secara umum tidak langka di Pekanbaru, namun pasokan Minyakita memang terbatas. Kondisi itu diduga karena produsen tengah memprioritaskan distribusi untuk kebutuhan program bantuan pangan pemerintah melalui Perum Bulog.
“Kita menemukan fakta bahwa stok di tingkat distributor kosong. Karena itu, kami akan berkoordinasi dan menyurati kementerian terkait agar alokasi Minyakita untuk Pekanbaru ditambah,” kata Dinal.
Ia juga mengingatkan para pedagang eceran agar tetap menjual Minyakita sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah. Ke depan, Satgas Saber Harga Pangan juga akan melakukan pengecekan hingga ke tingkat pengecer untuk memastikan distribusi dan harga jual Minyakita tetap sesuai aturan. (src)