Potret di Sejumlah SPBU Pekanbaru Hari Ini, Warga: Pemerintah Imbau Jangan Panik, Solusinya Apa? Senin, 04/05/2026 | 12:30
Poto kolase: antrean di sejumlah SPBU Pekanbaru, antrean mebgular sampai ke jalan (foto: suluhriau.com)
SULUHRIAU, Pekanbaru- Hingga hari ini Senin (4/5/2026) antrean warga di sejumlah SPBU Pekanbaru terpantau masih panjang.
Salah satu SPBU di Jalan HR Soebrantas sekitar Ponpes Babussalam, antrean kendaraan roda empat dan motor sangat panjang.
Seorang petugas Satpam SPBU itu, di tengah masih antrean panjang, jika ada warga masuk baru untuk antrean diberi tahu, tidak bisa lagi nambah antrean.
"Nggak bisa lagi bang, tinggal untuk yang antre ini (sambil menunjuk warga antre)," kata Satpam itu sambil memasang rambu menutup antreaan.
Pandangan antrean tak kalah panjang hingga mengular ke jalan terjadi di SPBU Jalan Soekarno-Hatta di Samping Sp Abadi, kemudian di Jalan Karyawan dan SPBU samping Pasar Pagi Arengka.
Di SPBU samping Pasar Arengka ini, Mobil dan motor berjibun menunggu giliran yang rata-rata antrean antara 45 menit hingga satu jam lebih.
Salah seorang warga yang tengah antrean berkeluh kesah. Ia mengaku tidak mengerti mengapa seperti ini terjadi hampir sepekan ini.
"Dua hari lalu, saya tidak dapat BBM di sekitar Panam, Arengka dan Arifin Achmad dan Kartama. Akhirnya saya beli ketengan pakai botol air meneral, harganya Rp30 ribu untuk 1, 5 liter saja. Ya, terpaksa," katanya.
Tidak sampai di situ, saudaranya kata dia, juga kesulitan dapat pertalite, ia lantas membeli di ketengan agak jauh dari tempat tinggalnya, harga satu liter Rp15.000.
"Ada apa ini katanya penuh tanya, karena harga tak naik, warga berlomba membeli bbm, bukan ha nya pertalite, pertamax juga begitu," katanya
Sementara itu, seorang warga yang merupakan karyawan swasta mengku, isu santer yang dibicarakan di kantor soal kesulitan BBM ini.
Padahal katanya, informasi dari pihak terkait dibaca di media, stok atau quota BBM tidak dikurangi. Tapi warga kesulitan hingga antrean tiap hari.
Anehnya lagi kata warga ini, pihak pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak panik. Bahkan Plt Gubri mengimbau masyarakat agar tidak Panic buying.
Bagaimana tidak panik, hingga sekarang kondisinya seperti ini. Lantas warga mempertanyakan apa solusi dari pemerintah. "Kita butuh solusi, bukan himbauan," kata warga ini enggan ditulis namanya.
Sementara itu, di Kampar kondisi di SPBU juga banyak antrean panjang. Bahkan, pihak polisi di Kampar sudah menurunkan personil antisipasi tidak diinginkan terjadi. (src)