Bukan Janji, Wako-Wawako Pekanbaru Realisasikan Berbagai Program yang Langsung Dirasakan Masyarakat Kamis, 06/05/2026 | 14:24
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho saat meninjau pembangunan jalan dan naik alat berat
SULUHRIAU,Pekanbaru- Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Walikota Agung Nugroho-Wakil Walikota Makarius Anwar terus berupaya merealisasikan program yang dijanjikan.
Dalam masa kepemimpinan lebih kurang 1 tahun 3 bulan, hasil dari sejumlah program disusun tersebut sudah dirasakan langsung manfaat oleh masyarakat.
Pembangunan Kota Pekanbaru terus melesat melalui duet Agung-Makarius. Program mereka berdua bukan hanya wacana. Namu terstruktur hingga melampaui target.
Program Pemko melalui Wako-Wawako Agung-Makrius Menjadi pondasi untuk terus malakukan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam satu tahun terakhir, Pekanbaru menunjukkan arah pembangunan yang jelas, yakni arah pembangunan bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh.
Komitmen tersebut diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, seperti:
* Penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. * Sektor lingkungan, berupa Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang dibentuk di 83 kelurahan. enindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal. * Penertiban 175 tiang reklame. * Pelayanan publik melalui kehadiran Mobil AMAN berupa layanan administrasi kependudukan. * Pengendalian banjir dilakukan dengan penanganan 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, drainase, dan DAS sepanjang 109,5 kilometer. * Penanaman 15 ribu pohon memperkuat visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan. * Solidaritas juga ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui bantuan tunai dan sembako masing-masing senilai Rp 3 miliar dan Rp 1,5 miliar. * Beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an. * Program Zero Putus Sekolah berhasil dapat menjaring 1778 anak dengan berbagai latar permasalahan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. * Menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah. * Menyukseskan wajib belajar 13 tahun pemerintah kota Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan dengan menginterasikan pada layanan posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang. * Pemeriksaan kesehatan gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). * Dalam bidang prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahukepemimpinan Agung, Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. * Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong UMKM.
# Gaya hidup sehat didukung melalui Event Lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
Dalam segi membangun budaya sehat warga kota, Wako-wawako menjadikan event lari 10K menjadi agenda tahunan. Ini memadukan gaya hidup sehat dengan upaya membangkit sektor wisata.
Karena dalam event ini sangat menarik peserta dari berbagai kalangan, bahkan memicu semangat bagi warga untuk terus membudayakan ajang ini sebagai salah satu alternatif olahraga bagi masyarakat.
Wako mengatakan, kegiatan ini akan konsisten dilakukan setiap tahun, terutama sempena memperingati hari jadi Kota Pekanbaru. Walikota terus membangun sarana olah raga, seperti stadion mini dan pembinaan olahraga lainnya.
* Pemberdayaan masyarakat diwujudkan lewat Program Rp 100 Juta per RW, sementara pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 memperkuat kapasitas aparatur. * Perbaikan infrastruktur tercatat melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, dan wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik. * Bazaar Pangan Murah berlangsung di 50 lokasi untuk menjaga daya beli masyarakat. * Dari sisi tata kelola, utang warisan senilai Rp 467 miliar berhasil dilunasi, masuk investasi baru, dan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam satu jam. * Sebagai Bentuk komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. * Dalam bidang lingkungan, Kota Pekanbaru menapaki babak baru dalam pengelolaan sampah melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi. ? Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
1. Makan Bergizi Gratis Terdapat 27 dapur umum MBG. Satu dapur umum menyiapkan sekitar 3.000-3.500 porsi MBG per hari.
2. Koperasi Merah Putih
Sebanyak 83 koperasi yang berbadan hukum di setiap kelurahan. Digitalisasi Pendidikan Program digitalisasi Pendidikan masih berlangsung. Salah satu contoh mendapat smartboard atau papan tulis pintar di sekolah negeri Kota Pekanbaru.
3. Sekolah Rakyat
Saat ini pembangunan fisik masih dalam tahap persiapan dan lahan sudah tersedia. Namun,siiswa sudah mulai bersekolah di Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik Kementerian Sosial.
4. Pengentasan Kemiskinan
Intervensi menghapus kemiskinan ekstrem dan mendorongpengembangan UMKM sebagai alat penekan angka kemiskinan.
5. Pembangunan Rumah Swadaya Membangun 42 unit rumah layak huni baru dan rehabilitasi 12 unit rumah.
6. Pembangunan Gas Kota Memiliki 20 ribu sambungan rumah jaringan gas. (Adv kominfo)