Iyeth Bustami Ajak Warga Bengkalis Tangkal Hoaks Lewat Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Selasa, 23/06/2026 | 19:10
Suasana Iyeth Bustami anggota DPR RI saat menyerap sosialisasi empat pilar kebangsaan masyarakat Bengkalis Selasa (23/6/2026)
SULUHRIAU, Bengkalis– Arus informasi yang semakin deras di era digital dinilai harus diimbangi dengan penguatan wawasan kebangsaan.
Berangkat dari semangat tersebut, Anggota MPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iyeth Bustami, mengajak masyarakat Bengkalis untuk tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Pesan itu disampaikan Iyeth saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Bengkalis, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR RI untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sosialisasi tersebut, Iyeth menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
Menurutnya, pemahaman terhadap Empat Pilar menjadi sangat penting di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, hingga paham-paham yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
"Kita harus menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mudah terpecah belah oleh hoaks, ujaran kebencian maupun paham-paham radikal yang dapat merusak persatuan bangsa," ujar Iyeth.
Legislator daerah pemilihan Riau I itu menegaskan, menjaga keutuhan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial.
Selain memperkuat wawasan kebangsaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat. Berbagai pandangan, masukan, serta harapan warga disampaikan secara langsung terkait upaya memperkokoh persatuan, meningkatkan toleransi, dan menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Iyeth berharap, melalui sosialisasi Empat Pilar, semangat gotong royong, toleransi, dan persaudaraan terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga mampu menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
"Keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia. Karena itu, mari kita rawat bersama persatuan dan kesatuan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini merupakan bagian dari agenda rutin yang dilaksanakan anggota MPR RI di daerah pemilihannya sebagai upaya memperkuat karakter kebangsaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (sr5)