☰ Peristiwa Dikabarkan 4 Orang Dibawa ke Jakarta Pascapenyegelan Ruang Bupati Kuansing oleh KPK, Keberadaan Bupati dan Wabup Jadi Sorotan Publik Selasa, 30/06/2026 | 14:31
SULUHRIAU, Kuansing– Aktivitas di lingkungan Kantor Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tampak berbeda dari biasanya, Selasa (30/6/2026).
Sejumlah ruangan strategis di kompleks perkantoran tersebut disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memicu perhatian publik di tengah belum adanya penjelasan resmi terkait perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah itu.
Pantauan di lokasi menunjukkan garis segel KPK terpasang di beberapa pintu ruangan penting. Pada segel tersebut tertulis tanggal dan waktu penyegelan yang dilakukan Selasa, (30/6/2026).
Ruangan yang disegel meliputi ruang kerja Bupati Kuansing Suhardiman Amby, ruang rapat bupati, ruang kerja Wakil Bupati Muhklisin, ruang kerja Sekretaris Daerah Zulkarnain, hingga ruang kerja Asisten I Setda Kuansing, Fahdiansyah.
Penyegelan sejumlah ruangan itu terjadi sehari setelah beredarnya informasi mengenai aktivitas KPK di Kabupaten Kuansing pada Senin (29/6/2026).
Hingga kini, KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jenis perkara yang sedang ditangani maupun pihak-pihak yang diduga terkait dalam kegiatan tersebut.
Suasana di kompleks Kantor Bupati Kuansing juga terlihat lebih lengang. Halaman kantor yang masih basah akibat hujan semalam menjadi latar aktivitas pegawai yang tetap berjalan, meski perhatian mereka tertuju pada ruangan-ruangan yang telah dipasangi garis segel.
"Hari ini baru ada disegel. Kemarin belum ada," ujar salah seorang pegawai di lingkungan Kantor Bupati Kuansing.
Di tengah berkembangnya informasi tersebut, keberadaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby juga menjadi perhatian. Hingga Selasa siang, belum ada keterangan resmi mengenai lokasi maupun aktivitas bupati. Beredar berbagai informasi di masyarakat mengenai keberadaannya, namun seluruh informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuansing Muhklisin juga belum memberikan keterangan kepada publik. Upaya menghubungi yang bersangkutan belum membuahkan hasil.
Hingga Selasa pagi, penyidik dikabarkan memutuskan membawa empat orang menuju Jakarta guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
Informasi yang dihimpun empat orang berangkat menggunakan pesawat Citilink sekitar pukul 10.00 WIB dari Riau menuju Jakarta.
Merrka diisebut yakni Selain SC istri muda Bupati Kuansing, kemudia dua pejabat Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berinisial F dan DA, serta seorang dari kalangan swasta berinisial A.
Langkah tersebut merupakan prosedur lanjutan dalam penanganan operasi tangkap tangan sebelum KPK menentukan status hukum para pihak yang diperiksa.
Hingga berita ini diterbitkan, KPK masih belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyegelan sejumlah ruangan di Kantor Bupati Kuansing. Demikian pula Pemerintah Kabupaten Kuansing belum menyampaikan pernyataan resmi terkait perkembangan situasi tersebut.
Redaksi akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari KPK maupun Pemerintah Kabupaten Kuansing. Berita ini akan diperbarui setelah terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang, serta sesuai prinsip jurnalistik. (src)