Temui Korban di RS Bhayangkara, Kapolda Riau Pastikan Kasus Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau Diusut Tuntas Senin, 06/07/2026 | 21:38
SULUHRIAU, Pekanbaru– Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menunjukkan perhatian langsung terhadap penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa Supriadi, Sekretaris PKC PMII Riau.
Senin (6/7/2026), orang nomor satu di Polda Riau itu mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk menjenguk korban yang masih menjalani perawatan medis.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bentuk empati kepada korban dan keluarganya, tetapi juga menjadi penegasan bahwa proses hukum atas kasus tersebut akan ditangani secara profesional, objektif, dan transparan.
Di ruang perawatan, Kapolda berbincang dengan Supriadi dan anggota keluarganya guna memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap kuat menjalani proses pemulihan.
Irjen Herry Heryawan menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang dialami Supriadi. Menurutnya, segala bentuk tindak kekerasan harus diproses sesuai ketentuan hukum tanpa memandang siapa pun yang terlibat.
"Kami turut prihatin atas kejadian yang dialami saudara Supriadi. Hari ini saya datang untuk memastikan kondisi beliau sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga. Yang paling penting, saya ingin menegaskan bahwa Polda Riau berkomitmen mengusut tuntas perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan," ujar Kapolda.
Ia memastikan tim penyidik saat ini terus bekerja mendalami perkara dengan mengumpulkan alat bukti, memeriksa para saksi, serta melakukan seluruh tahapan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap fakta secara menyeluruh.
Kapolda menegaskan tidak akan ada perlakuan istimewa dalam penanganan perkara tersebut.
"Siapa pun yang nantinya terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada perlakuan khusus dan tidak ada yang kebal hukum. Kami meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada penyidik untuk bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti," tegasnya.
Di tengah tingginya perhatian publik terhadap kasus tersebut, Irjen Herry juga mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Kami memahami perhatian masyarakat terhadap perkara ini. Karena itu kami memastikan proses hukumnya berjalan secara serius dan profesional. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," katanya.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon menjelaskan bahwa sejak tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, Supriadi langsung memperoleh penanganan medis secara menyeluruh.
Menurutnya, tim dokter terus memantau perkembangan kondisi korban untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.
"Saat ini kondisi umum pasien dalam keadaan stabil dan sadar. Tim dokter masih terus melakukan observasi serta memberikan perawatan sesuai kondisi medis yang dialami pasien agar proses pemulihannya berjalan optimal," jelas AKBP dr. Parluhutan Sitindaon.
Polda Riau menegaskan akan terus mengawal penanganan perkara tersebut hingga tuntas, sekaligus memastikan korban memperoleh pelayanan medis terbaik selama menjalani masa perawatan.
Sekretaris PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau, Supriadi diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak kenal (OTK) bersenjata.
Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Pekanbaru menduga pengeroyokan yang dialami Supriadi berkaitan dengan sikap kritisnya dalam mendesak pengusutan dugaan penganiayaan terhadap dua kader PMII yang terjadi pada 3 Juli 2026.
Ketua Bidang Advokasi dan Riset PBH PERADI Pekanbaru, Gita Melanika, mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Supriadi diduga dikeroyok sekitar 10 orang usai melakukan pertemuan dengan pihak intelijen Polresta Pekanbaru.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara," kata Gita dalam pernyataan sikap, Senin (6/7/2026). (hpk)