Perkuat Penanganan Karhutla di Riau, Kapolri Serahkan Bantuan Alat Berat hingga Pompa Air Rabu, 08/07/2026 | 20:53
SULUHRIAU, Pekanbaru– Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan bantuan berbagai peralatan penanggulangan karhutla kepada Polda Riau sebagai langkah mempercepat pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah rawan.
Penyerahan bantuan dilakukan dalam Apel Gelar Kesiapan Penanggulangan Karhutla yang digelar di SPN Polda Riau, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa kesiapan menghadapi karhutla tidak hanya bergantung pada kelengkapan peralatan, tetapi juga pada kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi teknis, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas.
"Kita harus terus menjaga kolaborasi seluruh unsur. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanggulangan. Edukasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar bersama-sama menjaga hutan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujar Kapolri.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan di lapangan, Kapolri menyerahkan sejumlah sarana operasional, di antaranya satu unit excavator, 20 unit mesin pompa air, 10 unit sepeda motor operasional, serta berbagai perlengkapan lain yang akan digunakan oleh personel dalam penanganan karhutla.
Peralatan tersebut diharapkan mampu mempercepat respons petugas ketika muncul titik api sekaligus meningkatkan efektivitas operasi pemadaman di daerah yang sulit dijangkau.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan Polri terhadap upaya penanggulangan karhutla di Provinsi Riau.
Menurutnya, dukungan tersebut akan semakin memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau.
Di kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau M. Edy Afrizal menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 13 Februari 2026.
Sejak status tersebut diberlakukan, berbagai langkah mitigasi telah dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pemetaan wilayah rawan kebakaran, patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, hingga penguatan koordinasi lintas instansi.
Menurut Edy, edukasi terus digencarkan agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu kebakaran dalam skala luas.
Selain itu, patroli darat dan pemantauan di kawasan rawan terus ditingkatkan untuk mendeteksi titik api sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Apel kesiapsiagaan tersebut juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan Green Policing yang diusung Polri.
Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem dan melestarikan alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Dengan dukungan peralatan baru dan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, diharapkan penanganan karhutla di Riau dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan mampu meminimalkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. (src)