☰ Peristiwa Setelah Tiga Hari Pencarian Pemuda Aksi Standing Motor yang Nyungsep ke Sunga di Jembatan Rantau Berangin Ditemukan Meninggal Kamis, 16/07/2026 | 18:27
SULUHRIAU, Pekanbaru – Upaya pencarian yang berlangsung selama tiga hari di Sungai Kampar akhirnya menemui titik terang. Seorang pemuda yang dilaporkan terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia Kamis (16/7/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Rifky, 22 tahun. Ia diduga hilang kendali saat melakukan aksi mengangkat ban depan sepeda motor di Jembatan Panjang Rantau Berangin, Desa Merangin, pada Selasa malam, 14 Juli 2026. Insiden itu membuatnya tercebur ke sungai dan terbawa arus.
Sebelum tim turun ke lapangan hari ini, seluruh personel SAR gabungan lebih dulu mengikuti pengarahan di posko. Briefing dipimpin langsung koordinator operasi untuk mengevaluasi hasil dua hari pencarian sebelumnya. Dari evaluasi itu, tim merancang pola penyisiran baru sesuai Rencana Operasi hari ketiga.
Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan bahwa strategi hari ini membagi personel ke dalam beberapa SRU. Setiap unit menggunakan perahu karet dan memperluas area pencarian hingga sekitar 6 kilometer ke arah hilir dari titik terakhir korban terlihat.
Hasilnya muncul pukul 09.40 WIB. Salah satu tim SRU melihat jasad mengapung di aliran sungai. Setelah didekati, dipastikan jasad tersebut adalah Rifky yang dicari sejak Selasa malam.
Menurut Budi, lokasi penemuan berada 5,4 kilometer dari titik awal korban terjatuh. Jenazah kemudian dievakuasi ke perahu dan dibawa ke Puskesmas Kuok untuk proses identifikasi serta penanganan oleh tim medis.
Usai seluruh prosedur di puskesmas rampung, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan. Dengan ditemukannya Rifky, misteri hilangnya pemuda yang sempat menjadi perhatian warga Kampar resmi berakhir.
"Karena korban sudah ditemukan, operasi SAR terkait satu orang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin kami nyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kami kembalikan ke kesatuan masing-masing," ujar Budi Cahyadi dalam keterangan persnya.
Basarnas Pekanbaru turut menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang membantu, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan relawan masyarakat. "Sinergi selama tiga hari ini adalah bentuk nyata pelayanan kemanusiaan. Terima kasih atas dedikasi semua unsur," tutup Budi. (src)