Wawako Pekanbaru Launching Program ''Goes to School'', Edukasi HIV AIDS dan IMS ke SMPN 42 Jumat, 17/07/2026 | 19:25
SULUHRIAU, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru mengintensifkan upaya pencegahan HIV AIDS dan penyakit menular seksual di kalangan remaja. Program "Goes to School" resmi diluncurkan di SMP Negeri 42 Pekanbaru, Jumat 17 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Ratusan siswa serta majelis guru SMPN 42 hadir langsung dalam acara yang berbarengan dengan penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah tersebut.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar yang juga Ketua KPA Kota Pekanbaru membuka kegiatan secara resmi. Turut mendampingi Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi, Sekretaris KPA Ferlan Niko, Bendahara KPA Farid Rahman Dinata, Kabid SMP Disdik Desi, serta para Komisioner KPA. Hadir sebagai narasumber drg. Helda Surya Munir dan dr Dedy Khairul Ray.
Dalam sambutannya, Markarius mengatakan penyuluhan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi dan bahaya perilaku menyimpang.
"Melalui kegiatan ini kita beri pemahaman kepada siswa-siswi. Tadi juga ditutup dengan ceramah mengenai dampak dari perilaku menyimpang. Kita ingin anak-anak sadar akan masa depan mereka dan harapan orang tua," ujarnya.
Wawako menekankan materi yang disampaikan tidak hanya seputar HIV AIDS. Para pelajar juga diingatkan untuk menjaga pergaulan, menghindari seks bebas, dan menjauhi lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko penularan penyakit.
"Sebentar lagi mereka akan kuliah dan hidup mandiri. Karena itu sejak SMP mereka harus paham apa saja risikonya dan bagaimana cara menghindarinya," kata Markarius.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk menjaga diri dan aurat. Jika menemukan adanya tindakan yang tidak pantas di lingkungan sekolah, diminta segera melapor ke orang tua atau guru agar bisa ditindaklanjuti.
Kepada para guru, Markarius meminta agar setiap laporan dari siswa terkait perilaku menyimpang segera direspons. Pihak KPA juga akan melakukan pendampingan lanjutan ke sekolah-sekolah.
Senada dengan itu, Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi menyebut penyuluhan langsung ke sekolah penting agar pelajar menjadi agen perubahan di lingkungannya.
"Kami turun ke sekolah untuk memberikan pemahaman tentang pencegahan bahaya perilaku menyimpang. Tujuannya membekali adik-adik dengan ketahanan diri menghadapi risiko penyakit menular termasuk HIV AIDS," jelasnya.
Untuk memperdalam materi, panitia menghadirkan dua narasumber kesehatan. Para siswa diberi penjelasan tentang apa itu HIV AIDS, bagaimana cara penularannya, langkah pencegahannya, serta sesi tanya jawab interaktif.
Kepala SMPN 42 Pekanbaru Misrawati menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut penyuluhan ini sangat membantu pihak sekolah dalam memberikan edukasi kepada peserta didik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota dan Sekretaris Dinkes. Hari ini murid yang hadir 975 orang. Jika ditambah majelis guru jumlahnya hampir seribu," ungkap Misrawati.
Ia berharap program serupa bisa terus berlanjut agar sekolah mendapat dukungan dalam menanamkan pemahaman tentang bahaya HIV AIDS dan perilaku menyimpang kepada para siswa. (kim)