Disambar Harimau Saat Buang Air, Cahaya Ekskavator Selamatkan Pekerja di Teluk Lanus Siak Rabu, 22/07/2026 | 22:59
SULUHRIAU, Siak- Seekor Harimau Sumatera menyerang seorang pekerja alat berat di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Korban bernama Harianto selamat setelah diterkam di area dekat camp tempatnya bekerja.
Kapolsek Sungai Apit Iptu Adifian Ikhsan memaparkan kronologi kejadian pada Rabu (22/7/2027).
Saat itu Harianto berpamitan kepada dua rekannya, Rakha dan Herman, untuk buang air ke tepi kanal. Lokasi kanal itu memang biasa digunakan pekerja untuk mandi dan buang air.
Sekitar 10 menit kemudian, suasana tenang mendadak pecah oleh teriakan histeris meminta tolong dari arah kanal.
Mendengar itu, Rakha dan Herman langsung keluar camp. Namun minimnya penerangan membuat mereka kesulitan menemukan posisi korban di kegelapan.
Dalam kondisi panik, keduanya mendapat ide untuk memanjat ekskavator yang terparkir dekat lokasi. Mereka menghidupkan mesin dan mengarahkan seluruh lampu sorot alat berat ke sumber suara.
Cahaya terang dari ekskavator seketika membelah gelap malam. Dari sorotan lampu itu terlihat Harianto sedang diseret harimau. Silau lampu membuat predator terkejut dan langsung melepas gigitan lalu kabur ke hutan.
"Pasca kejadian, kedua rekan korban bergerak cepat mengevakuasi Harianto menggunakan speed boat menuju Puskesmas Pembantu Kampung Teluk Lanus untuk pertolongan pertama," kata Iptu Adifian.
Korban kemudian dirujuk ke Pelabuhan Penyengat dan dilanjutkan dengan ambulans ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk penanganan lebih lanjut.
Akibat serangan itu, Harianto mengalami luka parah akibat gigitan dan cakaran di bagian punggung. Saat ini kondisinya dilaporkan stabil dan masih dalam pemulihan.
Iptu Adifian menegaskan, Sungai Apit merupakan habitat asli sekaligus jalur lalu lalang Harimau Sumatera. Ia mengimbau pekerja dan warga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area tersebut, terutama malam hari.
Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya pada 14 Juli 2026, seorang pekerja sawit di Desa Mengkapan juga nyaris diterkam harimau. (mcr)