SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperluas upaya pencegahan HIV/AIDs melalui program KPA Goes to School.
Program edukasi langsung ke sekolah ini menyasar siswa SMP Negeri 15 Pekanbaru sebagai langkah awal menyikapi kekhawatiran meningkatnya kasus pada usia remaja.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar yang juga menjabat Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Dinas Kesehatan.
"Kondisi HIV/AIDS saat ini memerlukan perhatian serius. Jika sebelumnya mayoritas penderita berasal dari kelompok usia dewasa, kini kasus mulai ditemukan pada kalangan remaja. Karena itu, edukasi kepada peserta didik menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit tersebut," kata Markarius.
Melalui program ini, Pemko ingin memberikan pemahaman komprehensif kepada pelajar. Mulai dari bahaya HIV/AIDS, cara penularan, hingga langkah melindungi diri agar tidak terjerumus ke perilaku berisiko.
"Melalui program KPA Goes to School, kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya HIV/AIDS, bagaimana penularannya, serta bagaimana cara melindungi diri agar tidak terjerumus ke dalam perilaku berisiko," ujar Markarius.
Sebelumnya Pemko Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah menggelar penyuluhan di tingkat SMA. Kini fokus digeser ke seluruh SMP se-Kota Pekanbaru sebagai kelanjutan program edukasi di daerah.
Kegiatan penyuluhan akan dilakukan rutin setiap pekan dengan sistem bergilir. Tujuannya agar semua sekolah mendapat kesempatan mengikuti sosialisasi.
Pada kegiatan di SMP Negeri 15 Pekanbaru, Rumbai Timur, dihadirkan dua narasumber yakni drg Helda S Munir dan dr Dedy Khairul Ray. Mereka memberikan materi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS kepada siswa.
Selain aspek kesehatan, para pelajar juga dibekali pemahaman menjaga diri, menjauhi pergaulan bebas, dan memperkuat nilai keagamaan sebagai benteng moral.
"Dalam setiap kegiatan, kami juga menghadirkan ustaz untuk memberikan pembinaan mental dan spiritual. Sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari sisi kesehatan, tetapi juga penguatan karakter dan nilai agama," jelas Markarius.
Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru Dedy Sambudi menyebut program ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Agung Nugroho untuk menggenjot pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda.
"Kami sengaja turun langsung ke sekolah-sekolah agar siswa memperoleh pemahaman yang benar mengenai pencegahan HIV/AIDS dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing," ujarnya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dan Komisi Penanggulangan AIDs Kota Pekanbaru sebagai bentuk edukasi kesehatan berkelanjutan.
Pemko Pekanbaru berharap melalui KPA Goes to School, kesadaran pelajar terhadap bahaya HIV/AIDS semakin meningkat sehingga angka penyebaran penyakit ini dapat ditekan di masa mendatang. (kim)