Riau Masuk 10 Provinsi Prioritas Nasional Penanganan Karhutla, Luasan Capai 15.477 Hektare Senin, 10/08/2026 | 22:40
SULUHRIAU, Pekanbaru - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Riau sebagai salah satu dari 10 provinsi prioritas penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional.
Penetapan itu disampaikan langsung Kepala BNPB RI Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla, Senin (10/8/2026).
Data yang dirilis mencakup periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026. Dari data tersebut, Riau menempati posisi kedua dengan luasan terdampak paling besar.
"Disusul dengan Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Lampung dan Aceh. Terakhir di Kalimantan Tengah," kata Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto.
Secara rinci, luas Karhutla di Riau mencapai 15.477,95 hektare. Dari jumlah itu, 1.100,71 hektare terjadi di kawasan hutan, dan 14.377,24 hektare berada di area non hutan.
Posisi pertama ditempati Kalimantan Barat dengan total 28.680,47 hektare. Rinciannya 649,43 hektare di hutan dan 28.031,04 hektare di non hutan.
Berikutnya Nusa Tenggara Timur dengan 10.538,30 hektare, terdiri dari 36,40 hektare kawasan hutan dan 10.501,89 hektare non hutan. Maluku menyusul dengan 7.091,07 hektare, dengan 20,71 hektare di hutan dan 7.070,36 hektare di non hutan.
"Di Maluku, Karhutla terjadi 7.091,07 hektare dengan pembagian 20,71 hektare dalam kawasan hutan dan 7.070,36 hektare pada non hutan," katanya.
Posisi kelima Papua Selatan dengan 6.281,81 hektare, terdiri dari 122,27 hektare hutan dan 6.159,54 hektare non hutan.
Kemudian Nusa Tenggara Barat tercatat 5.759,19 hektare, dengan rincian 209,43 hektare hutan dan 5.549,76 hektare non hutan.
"Di Nusa Tenggara Barat, terdapat luasan Karhutla mencapai 5.759,19 hektare dengan pembagian 209,43 hektare pada kawasan hutan dan 5.549,76 hektare pada kawasan non hutan," ungkapnya.
Kepulauan Riau berada di urutan ketujuh dengan 5.709,27 hektare, yakni 63,27 hektare di hutan dan 5.646,00 hektare di non hutan. Lampung mencatat 3.489,42 hektare, dengan 19,82 hektare hutan dan 3.469,61 hektare non hutan.
"Sementara di Aceh, kawasan yang terdampak Karhutla mencapai 3.099,05 hektare dengan pembagian 508,18 hektare pada kawasan hutan dan 2.590,83 hektare pada kawasan non hutan," ungkapnya.
Terakhir Kalimantan Tengah dengan 3.069,52 hektare, terdiri dari 147,16 hektare hutan dan 2.922,36 hektare non hutan.
Dengan masuknya Riau dalam daftar prioritas, BNPB meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat upaya pencegahan serta pemadaman Karhutla di lapangan. (src)