☰ Sosial Budaya Digelar Kemenag Pekanbaru 600 Siswa Meriahkan Carnaval Bhinneka Tunggal Ika HUT Ke 81 RI, Pesan Persatuan Menggema di Pekanbaru Selasa, 11/08/2026 | 14:10
Kakanwil Kemenag Riau Dr H Muliardi didampingi Kakan Kemenag Pekanbaru Drs H Syjarul Mauludi kadis pariwisata Pekanbaru serta tokoh lintas saat membuka acara Carnaval Bhinneka Tunggal Ika HUT Ke 81- RI Selasa (11/8/2026). (Foto suluhriau.com)
SULUHRIAU, Pekanbaru– Pemandangan penuh warna mewarnai halaman Kantor Kemenag Pekanbaru hingga ruas Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Selasa (11/8/2026).
Sekitar 600 san siswa dari berbagai madrasah negeri dan swasta serta sejumlah sekolah dasar terdiri dari 53 madrasah negeri dan swasta baik ditingkat MI, MTs, MA serta 2 dari SDN dan ikut pula 1 rombongan pegawai ikut ambil bagian dalam Carnaval Bhinneka Tunggal Ika yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru.
Mengenakan beragam busana budaya, membawa atribut kebangsaan, hingga menampilkan parade drumband, para peserta menyusuri rute sekitar 1,5 kilometer. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Carnaval dipusatkan di halaman Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Jalan Rambutan, dengan titik awal sekaligus akhir kegiatan berada di lokasi yang sama.
Semangat kebersamaan semakin terasa ketika peserta dari berbagai latar belakang pendidikan berjalan dan tampil bersama.
Tidak hanya siswa, sejumlah guru, pegawai, serta unsur pengawas pendidikan agama turut ambil bagian dalam kegiatan yang mengusung pesan persatuan dalam keberagaman tersebut.
Kegiatan dibuka langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Riau, Dr H Muliardi. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon warna-warni sebagai simbol dimulainya rangkaian carnaval.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru Drs H Shahrul Mauludi, Kepala Dinas Pariwisata Pekanbaru Akmal Khairi, perwakilan Dinas Pendidikan Pekanbaru, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pekanbaru, tokoh lintas agama, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Pekanbaru serta sejumlah undangan lainnya.
Sejak awal kegiatan, setiap kelompok peserta tampil dengan ciri khas masing-masing. Ada yang mengandalkan parade drumband, ada pula yang menampilkan busana bernuansa budaya dari berbagai daerah.
Kreativitas tersebut membuat carnaval tidak sekadar menjadi kegiatan menyambut hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan menampilkan kekayaan budaya Indonesia.
Pesan utama yang dibawa pun cukup sederhana, tetapi kuat: keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kakanwil Kemenag Riau, Dr H Muliardi, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Kementerian Agama untuk memperkuat kerukunan sekaligus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberagaman merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, semangat kerukunan harus terus dibangun sejak lingkungan pendidikan.
“Sesuai arahan Presiden dan Menteri Agama, visi Kementerian Agama antara lain adalah rukun dan maslahat. Rukun penting karena kita hidup di negara yang penuh keberagaman, sedangkan maslahat berarti memberikan manfaat bagi semua,” ujar Muliardi.
Ia menilai Carnaval Bhinneka Tunggal Ika menjadi salah satu cara sederhana untuk menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat. Anak-anak dari berbagai sekolah dan madrasah dapat menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tetap dapat dipertemukan dalam semangat persaudaraan dan kebangsaan.
Muliardi berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada kemeriahan acara. Setiap kegiatan Kemenag, kata dia, harus memiliki dampak dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Semangat tersebut juga diwujudkan Kemenag Riau melalui berbagai kegiatan dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI. Di antaranya gotong royong membersihkan rumah-rumah ibadah yang telah menyasar ratusan lokasi.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga mencakup nikah massal, khitanan, pemberian santunan kepada masyarakat yang membutuhkan dan anak yatim, doa serta zikir kebangsaan, hingga istighosah pada malam menjelang peringatan kemerdekaan.
Kegiatan lainnya berupa ziarah ke makam pahlawan serta agenda internal yang melibatkan keluarga besar Kemenag sebagai bagian dari upaya memperkuat keakraban dan kebersamaan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Drs H Shahrul Mauludi, mengatakan pihaknya sengaja merancang rangkaian kegiatan kemerdekaan dengan pendekatan yang tidak hanya bersifat seremonial.
Menurutnya, kegiatan seperti gotong royong membersihkan rumah ibadah, doa dan zikir, ziarah makam pahlawan, perlombaan, serta berbagai kegiatan sosial diarahkan untuk memperkuat rasa kebersamaan sekaligus mendekatkan Kemenag dengan masyarakat.
“Intinya bagaimana kita bersama-sama memperkuat persatuan di setiap kabupaten dan kota. Kemenag juga harus berdampak, termasuk memberikan bantuan atau dukungan sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Shahrul menambahkan, Carnaval Bhinneka Tunggal Ika menjadi salah satu kegiatan yang dirancang untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada peserta sejak usia sekolah.
Ia menyebut kegiatan tersebut diramu dengan tiga semangat utama, yakni cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, rasa persaudaraan, dan rasa kekeluargaan.
Tiga nilai itulah yang kemudian terlihat sepanjang carnaval. Anak-anak berjalan bersama dengan membawa identitas budaya masing-masing, tetapi tetap berada dalam satu barisan yang sama.
Di tengah beragam warna pakaian, musik drumband, dan antusiasme peserta, pesan yang ingin disampaikan Kemenag Pekanbaru pun menjadi semakin jelas: Indonesia dibangun dari perbedaan, dan persatuan harus terus dirawat dari generasi ke generasi.
Carnaval akhirnya bukan sekadar parade menyambut HUT ke-81 RI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar terbuka bagi generasi muda bahwa mencintai Indonesia dapat dimulai dari hal sederhana, yakni menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, dan tumbuh bersama dalam semangat kebhinnekaan. (sr5)