KPU Riau Gelar Sekolah Pemilu Hijau, Gen Z Diajak Pahami Data Pemilih dan Daerah Pemilihan Rabu, 19/08/2026 | 21:44
SULUHRIAU, Pekanbaru - Rabu (19/8/2026), Kantor KPU Provinsi Riau berubah jadi ruang kelas. Namanya Sekolah Pemilu Hijau atau Green Election School.
Program ini bagian dari pendidikan pemilih. Bedanya, ada sentuhan keberlanjutan di dalamnya.
Pesertanya mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi di Riau. Mereka diajak memahami demokrasi bukan hanya dari teori, tapi juga dari dapur penyelenggaraan pemilu.
Materi pertama dibawakan Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Riau, Abdul Rahman. Temanya Tata Kelola Data Pemilih Pemilu Berkelanjutan.
Abdul Rahman menekankan satu hal. Data pemilih adalah fondasi pemilu.
"Data harus akurat, mutakhir, dan transparan. Tujuannya memastikan setiap warga yang berhak bisa menggunakan hak pilihnya," katanya.
Menurutnya, pemahaman ini penting untuk anak muda. Mereka adalah penjaga kualitas demokrasi ke depan.
Sesi kedua diisi Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Riau, Nahrawi. Ia mengupas Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi.
Nahrawi menjelaskan bagaimana dapil ditata dan kursi dialokasikan. Semua bermuara pada satu prinsip: kesetaraan nilai suara dan keterwakilan.
"Pemahaman dapil membantu generasi muda melihat bagaimana demokrasi dibangun. Lewat sistem yang adil dan berimbang," jelas Nahrawi.
Pembelajaran berlangsung interaktif. Ada diskusi, tanya jawab, dan ruang bagi peserta menguji pemahaman.
Melalui Sekolah Pemilu Hijau, KPU Riau ingin menanamkan nilai demokrasi sejak dini. Harapannya, para peserta pulang dengan kesadaran baru.
Yakni kesadaran untuk terlibat, mengawasi, dan ikut menyukseskan pemilu yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan. (rls)