Tak Ada Bayangan, Ini 10 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang Menakjubkan tak Banyak Diketahui Jumat, 21/08/2026 | 13:23
SULUHRIAU- Secara lahiriah, Nabi Muhammad SAW adalah manusia. Namun Allah SWT menganugerahi beliau kekhususan yang tidak dimiliki manusia lain.
Kekhususan itu menjadi tanda kenabian sekaligus kemuliaan beliau. Meski diangkat setinggi-tingginya, Rasulullah tetap dikenal rendah hati, penyayang, dan jauh dari sikap sombong.
Allah sendiri menyebut beliau sebagai pribadi yang rauf dan rahim. Penuh kasih sayang kepada orang-orang beriman.
Karena itu, mencintai Nabi bukan hanya dengan ucapan. Tapi juga dengan mengenal hidup, akhlak, sunnah, dan kekhususannya.
Dalam kitab Maroqil Ubudiyah Syarah Bidayatul Hidayah, Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani merinci sejumlah kekhususan Rasulullah SAW. Berikut 10 di antaranya.
1. Tidak Pernah Mengalami Mimpi Basah Sepanjang hidupnya, Rasulullah SAW tidak pernah mengalami ikhtilam.
2. Tidak Pernah Menguap Dalam riwayat yang dinukil, beliau tidak pernah menguap.
3. Hewan Tidak Lari dari Beliau Binatang tidak menjauh saat berada di dekat Rasulullah. Mereka justru tenang.
4. Lalat Tidak Pernah Hinggap Tidak ada lalat yang hinggap di tubuh beliau yang mulia.
5. Bisa Melihat ke Belakang Seperti ke Depan Allah memberi beliau kemampuan melihat ke belakang dengan jelas, sama seperti melihat ke depan.
6. Tidak Tampak Bekas Air Kencing Ketika buang air kecil, bekasnya tidak terlihat di tanah.
7. Hati Tidak Pernah Tidur Meski mata terpejam saat tidur, hati beliau tetap terjaga. Inilah salah satu sifat khusus para nabi.
8. Tidak Memiliki Bayangan di Bawah Matahari Salah satu kekhususan yang paling banyak membuat orang takjub. Di bawah terik matahari, bayangan beliau tidak tampak.
9. Pundak Lebih Tinggi Saat Duduk di Majelis Ketika duduk bersama para sahabat, kedua pundak beliau tampak lebih tinggi dari yang lain.
10. Lahir dalam Keadaan Sudah Berkhitan
Syaikh Nawawi menyebut Rasulullah dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.
Dalam kitabnya, Syaikh Nawawi juga menulis bait agar umat menghafal kekhususan ini. I
Ini artinya: "Ini adalah keistimewaan-keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Maka hafalkanlah, niscaya engkau akan selamat dari bahaya kebakaran, pencuri, dan berbagai macam musibah."
Tentu saja, riwayat-riwayat ini dipahami dalam khazanah ulama. Tujuan utamanya bukan sekadar tahu.
Yang lebih utama adalah meneladani akhlak, kasih sayang, dan ketawadhuan beliau dalam keseharian.
Dengan mengenal Rasulullah lebih dekat, kecintaan umat akan tumbuh. Dan dari cinta itu lahir semangat mengikuti ajaran yang beliau wariskan. (sdn)