☰ Peristiwa Api Belum Padam Padamkan Karhutla di Rimbo Panjang, Helikopter Water Booming dan 27 Personel Gabungan Diterjunkan Jumat, 21/08/2026 | 14:02
SULUHRIAU, Kampar- Api di lahan gambut Rimbo Panjang belum padam. Memasuki hari ke-6, tim gabungan kembali turun ke lokasi antara Jalan Perwira dan Jalan Keluarga, Dusun II Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kamis (20/8/2026) pagi.
Titik kebakaran berada di koordinat 0.426282, 101.318764. Luas lahan yang terbakar diperkirakan 5 hektar. Kondisinya tanah gambut tebal yang tertutup semak.
Operasi kali ini dikerahkan secara besar-besaran. Sebanyak 27 personel gabungan diterjunkan. Terdiri dari 9 personel Polri, 9 personel TNI dan 9 personel Manggala Agni.
Peralatan yang disiapkan juga lengkap. Ada 6 unit motor, 4 mobil, 1 tangki air besar, 3 mesin ministrek, 3 nosel, dan 32 gulung selang 1,5 inci.
Dukungan udara pun dikerahkan. Satu unit helikopter Water Booming diterbangkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses darat.
Meski dekat jalan umum, medan tetap sulit. Angin kencang membuat api cepat merambat. Asap tebal juga menghalangi pandangan dan mempersulit penyemprotan ke pusat api.
Identitas pemilik lahan masih ditelusuri petugas.
Strategi yang diterapkan tidak hanya pemadaman. Tim juga membuat blokade di area yang belum terbakar agar api tidak meluas.
Police Line dipasang di sepanjang garis TKP. Tujuannya mengamankan lokasi dan membatasi akses warga.
Menjelang pukul 17.30 WIB, operasi dihentikan sementara. Persediaan air di lokasi habis. Asap masih mengepul, tanda ada panas di dalam tanah gambut.
Pendinginan akan dilanjutkan besok pagi. Kondisi keamanan di lokasi saat ini aman dan terkendali.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan pihaknya serius menangani setiap titik api.
"Medannya sulit, angin menantang. Tapi sinergi Polri, TNI, dan Manggala Agni tetap solid. Kami kerahkan dari peralatan darat sampai helikopter," ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga. Pemasangan Police Line untuk ketertiban. Dan yang paling penting, jangan ada lagi pembakaran lahan yang berisiko tinggi.
Seluruh kegiatan dilakukan dengan kehati-hatian. Keselamatan personel dan keamanan wilayah menjadi prioritas utama. (hpk)