Bupati Kampar Serahkan Proposal Lingkungan ke Menteri LHK, Fokus Atasi Karhutla dan Lestarikan Gambut Sabtu, 22/08/2026 | 22:04
SULUHRIAU, Kampar - Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UPTT) jadi titik temu penting Sabtu (23/8/2026).
Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat hadir langsung ke Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.
Ia disambut Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar. Kunjungan diawali dengan penanaman pohon bersama di kawasan kampus.
Momen itu dimanfaatkan Pemkab Kampar untuk menyampaikan aspirasi. Bupati Ahmad Yuzar secara langsung menyerahkan proposal bidang lingkungan kepada Menteri LHK.
Proposal itu berisi harapan dukungan pemerintah pusat. Fokusnya pada pelestarian lingkungan dan penanganan persoalan lingkungan di Kampar.
"Selamat datang di Kabupaten Kampar. Ini momentum tepat bagi kami menyampaikan kondisi dan persoalan lingkungan di daerah secara langsung," kata Ahmad Yuzar.
Bupati menyebut Kebun Raya UPTT sebagai kebanggaan daerah. Ia menegaskan dukungan penuh Pemkab terhadap pengembangan kawasan hijau milik kampus itu.
Menteri LHK Muhammad Jumhur Hidayat menyambut baik. Ia menyatakan kesiapan kementerian mendukung upaya pelestarian yang dilakukan UPTT.
"Kami siap memberikan dukungan. Ini tidak lepas dari kesungguhan pemerintah daerah dan seluruh pihak agar kebun raya ini terus kita jaga," ujarnya.
Dalam kesempatan itu Menteri LHK juga menyinggung Karhutla. Ia menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan di Riau saat ini sudah jauh membaik.
"Secara umum kondisinya sudah berkurang drastis. Tapi ini harus terus kita jaga bersama melalui kolaborasi dan langkah nyata," katanya.
Rektor UPTT Prof. Dr. Amir Lutfi menyebut kunjungan tersebut sebagai kehormatan. Ia memaparkan komitmen kampus di bidang lingkungan.
Saat ini UPTT mengelola Taman Kehati 10 hektare. Ada juga Kebun Raya 30 hektare dan kawasan preservasi sekitar 2.900 hektare.
"Ini tanggung jawab kami sebagai institusi pendidikan," ujar Amir Lutfi.
Komitmen itu sudah berbuah. UPTT mendapat penghargaan dari BRIN sebagai salah satu universitas pengelola kebun raya.
Ke depan, Kebun Raya UPTT ditargetkan berkembang dari 30 hektare menjadi 100 hektare. Fungsinya tidak hanya konservasi.
Kawasan itu juga jadi pusat edukasi, penelitian, wisata alam, dan penyelamatan keanekaragaman hayati.
Sebagai bagian dari keseriusan itu, UPTT akan menggelar Simposium Lingkungan Internasional pada 8 Oktober 2026. Peserta direncanakan datang dari akademisi empat benua.
Bupati Kampar berharap kunjungan ini memperkuat sinergi. Antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Tujuannya satu, menjaga kelestarian lingkungan dan mewariskan kekayaan alam untuk generasi mendatang.
"Pendidikan, kepedulian, kolaborasi dan sinergi jadi kunci menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di Kampar," pungkas Ahmad Yuzar. (hpk)