Rabu, 16 Juni 2021
Alasan Covid-19, Tausiah UAS di Bengkalis Ditunda | Sukarmis dan Andi Putra Akan Jadi Saksi Kasus Korupsi Hotel Kuansing | Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy | BKD Riau Terima Aturan Baru Terkait Pengadaan CPNS, PPPK Guru, dan PPPK JF Tahun 2021 | Tiga Asosiasi Perusahaan Pers Konstituen Dewan Pers di Riau Dukung Pergub Mitra Media | Sukseskan Vaksinasi, Babinsa TNI Gendong Lansia Hingga ke Tempat Vaksin
 
Hukrim
Cerita Pilu Istri Saat Suami Jemput Anaknya untuk Dibunuh

Hukrim - - Senin, 08/01/2018 - 10:23:34 WIB

SULUHRIAU- Karis Yunita (18) menerawang, sesekali dia menghapus lelehan air mata dengan jilbab hitam yang dipakainya.

Ibunda almarhum bayi 14 bulan bernama Kaisar Alfikar ini tidak menyangka suaminya M Taufik tega menghabisi nyawa putra semata wayangnya itu.

Karis mengaku ancaman pembunuhan terhadap Kaisar sering di lontarkan pelaku sejak dia memutuskan bekerja di Batam, Kepulauan Riau. Namun dia menganggap ancaman itu hanya gertakan, karena menurutnya sesadis-sadisnya harimau tidak akan melukai anaknya sendiri.

"Dia ngancam suruh saya pulang, dia juga sering minta di transfer uang. Kalau saya enggak menanggapi dia ngancam mau bunuh Kaisar," lirih Karis kepada sejumlah wartawan di rumah duka, Kampung Cijambe RT 12 RW 04, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (8/1/2018).

Karis kemudian menceritakan saat suaminya menjemput Kaisar pada Kamis (4/1/2018) lalu. Pelaku yang tinggal di Cirebon ini sempat mendatangi kediaman orang tua Karis dengan alasan kangen anak.

"Kaisar kan tinggal sama kakek dan neneknya, sementara dia tinggal di Cirebon. Hari itu dia datang dan bilang mau menengok anak, sorenya dia pamit bawa Kaisar katanya mau ngajak jajan makanan," ujar Karis.

Beberapa jam berlalu, pelaku dan korban tidak kunjung pulang. Bahkan kakek korban sempat mencari ke minimarket terdekat namun korban dan pelaku tidak ditemukan. Sampai akhirnya selang beberapa jam kemudian pelaku memberi kabar jika posisinya berada di Tol Bekasi arah pulang ke Cirebon.

Hal itu juga disampaikan Iwan (45), kakek korban. Dia mengaku sempat mencari dan menghubungi ponsel pelaku namun tidak di respons. "Kamis malam dia baru jawab katanya di tol mau pulang ke Cirebon bawa Kaisar. Saya mikirnya ah dibawa sama bapaknya ini, taunya malah tega ngelakuin itu," sesal Iwan.

Iwan bahkan mengaku sempat meminta istrinya (nenek korban) untuk memberi makan menantunya, saat itu tidak terbersit sedikitpun pikiran jika pelaku berniat jahat terhadap cucunya. "Saya posisinya sedang bekerja, saya minta istri saya buat nyiapin makan. Tidak ada pikiran apapun kalau dia sampai tega mau ngapa-ngapain cucu saya," ujarnya.

Nasi menjadi bubur, Taufik tega menghabisi nyawa putra kandungnya sendiri pada Sabtu (6/1/2018). Sehari sebelumnya ancaman yang sama sempat dilontarkan kepda Karis.

"Dia ancam mau bunuh Kaisar jika saya tidak transfer dan pulang dari tempat kerjaan, saya saat itu sempat curhat ke teman namun semua berpikir ah itu hanya gertakan saja. Tahunya dia benar-benar ngelakuin itu," ujar Karis.

Kaisar tewas setelah diracun oleh Taufik ayah kandungnya sendiri, susu bercampur racun tikus diberikan taufik kepada putranya sampai akhirnya ajal datang menjemput. [dtc, Jan]



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved