Senin, 26 Juli 2021
Milad Ke-46 MUI: Berkomitmen Perbaiki Permasalahan Keumatan dan Kebangsaan | Wako Pekanbaru Keluarkan Imbauan PNS Sumbang Gaji untuk Bantu Warga Terdampak PPKM Level 4 | Senang dengan Riau, Investor Asal New Zealand Ingin Berinvestasi di "Bumi Lancang Kuning" | Agung Nugroho Terpilih Aklamasi Nahkodai IMI Riau Periode Ketiga | Terapkan PPKM Level 4, Lima Pintu Masuk Kota Pekanbaru Disekat Hingga 8 Agustus | Presiden Jokowi Putuskan Lanjutkan Penerapan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021
 
Daerah
Cari Harimau Pemangsa Jumiati Karyawati PT THIP Inhil, Didatangkan Pawang dari Aceh

Daerah - Editor: Jandri - Rabu, 14/02/2018 - 08:48:28 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Harimau yang memangsa Jumiati di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, sudah hampir dua bulan belum tertangkap. Pawang dari Aceh pun diperbantukan untuk mencari harimau itu.

Juru bicara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKASDA) Riau, Dian Indriati, mengatakan pawang harimau itu bernama Sarwani, yang juga pegawai BKSDA Aceh.

"Dia memiliki kemampuan menangani harimau. Dan beberapa kasus sudah berhasil dia tangani," kata Dian Selasa (13/2/2018).

Dian menjelaskan kini Sarwani sudah berada di lokasi konflik, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil. Di daerah tersebut diperkirakan ada dua ekor harimau jenis betina yang sudah diberi nama Bonita dan Boni.

Harimau Bonita-lah yang diduga kuat memangsa Jumiati hingga tewas.

"Yang jelas, segala upaya akan coba kita lakukan untuk menyelamatkan manusia dan satwa itu sendiri," kata Dian.

BACA JUGA: Cari Harimau Terkan Karyawati PT THIP di Inhil, Petugas Pasang 3 Jebakan Umpan Kambing


Pihak BBKSDA Riau saat ini sudah memasang kotak perangkap (box trap) untuk menangkap harimau dengan umpan kambing jantan. Dari pengamatan camera trap, terlihat harimau Bonita sudah mendekat ke box trap tersebut. Namun harimau tersebut belum masuk ke dalam kotak perangkap.

Jumiati tewas pada Rabu (3/1) saat bekerja di kebun sawit PT Tabung Haji Indo Plantation. Kawasan perkebunan ini diperkirakan sebagai wilayah jelajah harimau.

Sudah ada enam tim yang silih berganti berupaya menangkap harimau ini. Dari camera trap yang dipasang BBKSDA Riau, dari Suaka Margasatwa Kerumutan hingga ke lokasi tempat Jumiati menjadi korban konflik, terlihat ada lima harimau, termasuk Bonita dan Boni. [dtc,jan]



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved