Rabu, 16 Juni 2021
Alasan Covid-19, Tausiah UAS di Bengkalis Ditunda | Sukarmis dan Andi Putra Akan Jadi Saksi Kasus Korupsi Hotel Kuansing | Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy | BKD Riau Terima Aturan Baru Terkait Pengadaan CPNS, PPPK Guru, dan PPPK JF Tahun 2021 | Tiga Asosiasi Perusahaan Pers Konstituen Dewan Pers di Riau Dukung Pergub Mitra Media | Sukseskan Vaksinasi, Babinsa TNI Gendong Lansia Hingga ke Tempat Vaksin
 
Daerah
Konflik Lahan,
Ratusan Warga Gondai Ricuh dengan Pihak Perusahaan, Warga dan Wartawan Diduga Dipukuli Security NWR

Daerah - - Rabu, 05/02/2020 - 20:36:22 WIB

SULUHRIAU, Pelalawan- Situasi memanas terkait konflik lahan di lokasi plasma Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan-Riau antara warga dan pihak perusahaan.

Kericuhan tak terelakkan antara warga dengan pihak security PT Nusa Wana Raya (NWR), Rabu, (5/2/2020).

Kericuhan ini mengakibatkan sejumlah warga setempat terluka serta sejumlah wartawan. Bahkan, ada seorang warga kritis dan seorang wartawan MNC Media yakni, Indra Yoserizal dipukul dan sempat disekap diduga dilakukan pihak security PT Nusa Wana Raya (NWR).

Sebanyak 5 orang warga yang mengalami luka akibat dianiaya, satu di antaranya kritis akibat luka robek di bagian kepala.

"Warga yang terluka parah ada satu, kepalanya robek dan kondisinya kritis," kata Ariya, salah seorang saksi mata.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 Wib. Situasi saat itu sedang memanas antara warga dengan security perusahaan NWR,  saling lempar batu hingga kemudian terjadi pengejaran oleh ratusan security NWR terhadap warga.

Ketika peristiwa bentrok berlangsung, aparat kepolisian belum berada di lokasi kejadian.
Ratusan personel polisi baru tiba di lokasi setelah insiden bentrok mereda. Hingga pukul 11.45 WIB situasi di Gondai masih mencekam.

Ratusan masyarakat terus berdatangan dengan membawa benda tumpul dan benda tajam. Mereka berteriak. "Kami tidak takut mati untuk mempertahankan kebun yang menjadi matapencaharian kami," kata Siti, seorang ibu pemilik kebun plasma di Desa Gondai.

Security NWR diduga juga melakukan pengrusakan terhadap fasilitas milik warga, sebanyak lima unit kendaraan warga juga dirusak.

Menurut penuturan wartawan MNC Media, Indra, penganiayaan terjadi kepadanya, ketika  ia sedang mendokumentasikan peristiwa, berlindung di areal perkebunan. Ia menjelaskan ke bahwa dia wartawan.

"Saat itu saya sedang merekam aksi pemukulan diduga oleh security NWR terhadap sejumlah warga yang berlarian menggunakan tongkat kayu, dan juga melempari batu ke arah warga.
Sudah saya jelaskan saya wartawan, tapi tetap dipukul dan kamera dirampas, dirusak juga," kata Indra.

"Saya ditendang, dipukul hingga diseret, kamera milik saya juga dirampas," katanya.

Indra berniat melaporkan insiden itu ke kepolisian dan meminta perlindungan ke Dewan Pers. "Saya berniat melaporkan kejadian ini ke Polres Pelalawan atau Polda," katanya.

Sementara itu, Humas Polres Pelalawan Iptu Edy yang ditemui di lokasi kejadian mengakui prihatin atas insiden tersebut, termasuk  yang menyebabkan luka jurnalis MNC Media.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini, dan saya berharap teman-teman pers lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya," kata dia.

Insiden konflik lahan antara warga dan NWR sebelumnya juga telah terjadi. Warga sempat membakar tiga unit alat berat yang didatangkan NWR untuk mengeksekusi lahan plasma yang menjadi tumpuan hidup masyarakat Gondai. (Sap)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved