Rabu, 16 Juni 2021
Alasan Covid-19, Tausiah UAS di Bengkalis Ditunda | Sukarmis dan Andi Putra Akan Jadi Saksi Kasus Korupsi Hotel Kuansing | Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy | BKD Riau Terima Aturan Baru Terkait Pengadaan CPNS, PPPK Guru, dan PPPK JF Tahun 2021 | Tiga Asosiasi Perusahaan Pers Konstituen Dewan Pers di Riau Dukung Pergub Mitra Media | Sukseskan Vaksinasi, Babinsa TNI Gendong Lansia Hingga ke Tempat Vaksin
 
Daerah
Cegah Penyebaran Covid-19
6 Bus Pengangkut Karyawan PT GSI di Langgam Disuruh Putar Balik oleh Warga

Daerah - - Senin, 27/04/2020 - 14:34:40 WIB

SULUHRIAU- Enam bus pengangkut karyawan PT GSI yang melintas didekat pos penjagaan suhu tubuh di Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan disetop, Ahad (26/4/2020). Selain disetop, bus yang mengangkut puluhan penumpang ini disuruh balik kanan.

Aksi penyetopan enam bus ini dilakukan warga Langgam yang mengatasnamakan diri Poros Tengah Pemuda Langgam (PTPL). Langkah ini ditengarai lantaran kurang pro aktifnya perusahaan terhadap program pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Langgam.

Koordinator PTPL, Mulya Hendra kepada wartawan mengatakan, PT GSI dinilai tidak kooperatif dan mengikuti SOP serta protokol di Posko pemeriksaan Covid-19 PTPL Langgam.

"Kami dibikin kesal, lantaran PT GSI begitu cuek dan tidak mengindahkan SOP penanganan virus Covid-19 di Langgam. Tidak itu saja, mereka ingkar dengan perjanjian awal bahwa selama pandemi covid-19 ini tidak ada penambahan karyawan baru masuk ke Kecamatan Langgam, begitu juga halnya karyawan lama, tidak ada yang keluar kecuali dengan urusan yang jelas dan disertai surat jalan," terang Mulya Hendra.

Dikatakan Hendra, fakta di lapangan berdasarkan catatan di posko pemeriksaan Covid-19, PTPL Langgam ditemukan ada saja penambahan karyawan baru setiap harinya masuk ke kecamatan Langgam.

"Kita menemukan ada saja yang mengaku pekerja di perusahaan itu sementara mereka tidak terdata sebagai karyawan di sana. Artinya ada pekerja baru disaat pandemi Covid-19 berlangsung, ini tentu mengkhawatirkan penularan tidak terkendali," paparnya.

PTPL, lanjutnya, untuk sementara melakukan memblokade aktivitas PT GSI sampai waktu yang tidak ditentukan lantaran dianggap melecehkan anjuran pemerintah terkait penanggulangan Covid-19.

"Untuk sementara waktu kita tak perbolehkan masuk, namun kita juga tidak menutup adanya perundingan dengan pihak perusahaan setelah ini, dengan catatan adanya kesepakatan dan bersedia mengikuti SOP posko covid-19," tegasnya.

Hingga saat ini, pihak PT GSI belum belum berhasil dimintai keterangannya, terkait aksi penyetopan enam bus pengangkut karyawannya oleh pemuda Langgam.

Sumber: cakaplah.com
Editor: Jandri




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved