Kamis, 13 Mei 2021
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Sholat Ied di Halaman Istana Bogor dengan Prokes Ketat | Sekda-Kapolres Turun Besama Satgas Covid-19 Bubarkan Kerumunan di Pasar Jongkok Panam | Pandemi Covid-19 Saat Idul Fitri, dr Indra Yovi: Pintu Maaf Dibuka, Pintu Rumah Ditutup | Serangan Israel ke Gaza Tewaskan 30 Orang, Gedung 13 Lantai Runtuh Dibom | Pengikut Habib Muda Seunagan di Nagan Raya Aceh Lebaran Hari Ini | Ini Panduan Sholat Ied Agar Tetap Khusuk dan Aman dari Covid-19
 
Nasional
Menkes Ungkap Mutasi Covid-19 Seperti di India Telah Masuk Indonesia, 10 Terpapar

Nasional - - Senin, 26/04/2021 - 15:25:08 WIB

SULUHRIAU-  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, mutasi baru virus corona (Covid-19) seperti di India kini telah masuk Indonesia. Sebanyak 10 orang dinyatakan telah terkonfirmasi positif strain ini. Mereka tersebar di sejumlah wilayah.

"Virus itu sudah masuk ke Indonesia. Ada 10 orang yang terkena virus tersebut," kata Budi saat jumpa pers secara virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Menurut Budi, dari 10 orang yang sudah tertular tersebut, enam di antaranya imported case atau kasus impor dari luar negeri. Sedangkan empat lainnya berasal dari transmisi lokal. Dua orang berada di Sumatera, satu di Jawa Barat, dan satu lagi di Kalimantan Selatan.

"Jadi untuk provinsi-provinsi di Sumatera, di Jawa Barat, di Kalimantan kita akan menjadi lebih sangat hati-hati untuk selalu mengontrol apakah ada mutasi baru tersebut atau tidak," ucap Budi.
Budi berujar, lonjakan drastis kasus virus corona di India disebabkan dua hal.

Pertama, karena ada varian baru virus corona B117 dan ada mutasi lokal B1617.

Kedua, melemahnya protokol kesehatan di sana meski vaksinasi sudah berlangsung.

"Jadi di India itu sempat turun cukup drastis sehingga kasus konfirmasi per harinya hanya sekitar 5.000 kasus yang terakhir kemarin kita lihat sudah naik ratusan kali lipat menjadi 349.000 kasus per hari dari 5.000 kasus per hari," papar Budi.

"Oleh karena itu kami sampaikan, teman-teman harus waspada. Bapak Presiden juga mengingatkan bahwa keseimbangan yang sudah ada sekarang udah paling bagus. Keseimbangan dari sisi kesehatan dan sisi ekonominya.

Apa yang dilakukan, benar-benar memberikan hal yang positif dari sisi kesehatan, turun semua indikatornya, tapi juga memberikan hal yang positif di sisi ekonomi, indikatornya juga naik. Tolong pesan dari Bapak Presiden jangan diubah-ubah lagi," tutur dia.

Sumber: Okezone.com
Editor: Jandri




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved