Rabu, 16 Juni 2021
Alasan Covid-19, Tausiah UAS di Bengkalis Ditunda | Sukarmis dan Andi Putra Akan Jadi Saksi Kasus Korupsi Hotel Kuansing | Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy | BKD Riau Terima Aturan Baru Terkait Pengadaan CPNS, PPPK Guru, dan PPPK JF Tahun 2021 | Tiga Asosiasi Perusahaan Pers Konstituen Dewan Pers di Riau Dukung Pergub Mitra Media | Sukseskan Vaksinasi, Babinsa TNI Gendong Lansia Hingga ke Tempat Vaksin
 
Kesehatan
Apa Efek Samping Utama Mengonsumsi Minuman Kaleng?

Kesehatan - - Jumat, 14/05/2021 - 17:42:15 WIB

SULUHRIAU -- Mungkin Anda pernah dengar bahwa antiperspiran yang mengandung aluminium bisa berbahaya bagi kesehatan otak dalam jangka panjang.

Baru-baru ini, sebuah studi baru memperkuat temuan itu. Sekelompok ilmuwan menemukan bahwa aluminium yang kita konsumsi, seperti ketika minum dari kaleng, dapat menyebabkan kerusakan serius pada fungsi kognitif jangka panjang.

Disadur dari republika Jumat (14/5/2021) yang melansir eatthis, pada bulan lalu, Journal of Alzheimer's Disease menerbitkan studi yang dilakukan oleh empat ilmuwan di Inggris.

Mereka ingin memahami bagaimana paparan aluminium dapat memengaruhi kecenderungan genetik orang terhadap penyakit terkait demensia, seperti Alzheimer.

Para ilmuwan menyadari penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa aluminium yang ditemukan dalam produk sehari-hari, seperti deodoran, dikaitkan dengan penyakit neurodegeneratif dan bentuk demensia, seperti Alzheimer. Para ilmuwan memeriksa keberadaan aluminium di otak pendonor dengan riwayat keluarga Alzheimer.

Setelah analisis, para peneliti menemukan bahwa aluminium ada di area otak yang sama dengan protein yang muncul pada tahap awal Alzheimer. Studi tersebut juga menemukan bahwa aluminium itu sendiri mungkin berperan dalam membentuk kekusutan dan plak yang mendahului timbulnya Alzheimer.

Namun, satu penemuan menarik dari studi itu, melalui Futurisme, adalah bahwa aluminium mungkin bukan penyebab Alzheimer dan demensia. Alasan yang mungkin untuk efek aluminium pada demensia mungkin karena, seiring bertambahnya usia, ginjal seseorang menjadi kurang mampu menyaring aluminium dari tubuh saat dia mengkonsumsinya. Hal itu dapat menyebabkan penumpukan aluminium di otak.

Namun, mengingat tren seltzer kaleng yang berkembang dan soda yang semakin populer, mungkin ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali kemasan minuman.

Editor: Jandri




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved