Jum'at, 17 09 2021
Timbulkan Polemik, Pemko Pekanbaru Hentikan Pungutan Parkir di Indomaret dan Alfamart | Pekanbaru dan Dumai Terima Trofi dan Sertifikat TPID Award 2021 | 7 Rekomendasi Lego untuk Anak | Ekspor Riau Alami Kenaikan Hingga 47 Persen, Gubri: Migas Turun, Non Migas Jadi Andalan Riau | Wapres Ma'ruf Amin Tegaskan Pentingnya Literasi Masyarakat Mengenai Wisata Halal | Dorong UMKM Berkembang di Era Digital, DPMPTSP Pekanbaru Bantu Promosi Melalui Program "Geliat UMKM"
 
Daerah
Sempat Padam, Karhutla di Kubu Rohil Muncul Lagi, Petugas Kembali Lakukan Pemadaman

Daerah - - Minggu, 25/07/2021 - 13:30:30 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tiga desa di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sebelumnya sudah membuahkan hasil.

Dimana, Sabtu (24/7/2021) sore kemarin api sudah padam dan hanya meninggalkan titik asap saja.

Melihat kondisi api dilapangan yang sudah tidak tampak, petugas pun ditarik mundur. Sebab mereka sudah lima hari berjibaku melakukan pemadam api. Sehingga butuh istirahat agar tidak kelelahan.

Namun saat petugas sudah ditarik dari lapangan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, mendapatkan laporan jika di wilayah tersebut api kembali muncul.

"Pagi tadi kami dapat laporan api membesar lagi di sana (Kubu). Padahal kemarin sudah clear, dan anggota sudah kita tarik ke lapangan, yang dari provinsi bahkan sudah sampai di Pekanbaru dini hari tadi, " kata Edy, Minggu (25/7/2021).

Karena api muncul lagi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan petugas gabungan di Rohil, baik dari unsur TNI, Polri, BPBD, MPA dan Manggala Agni untuk membantu melakukan pemadaman di wilayah tersebut agar tidak semakin meluas.

"Kawan-kawan di Rohil sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman. Heli juga sudah dikirim kesana untuk melakukan water boombing," ujarnya.

Karhutla di wilayah Kubu ini sudah berlangsung selama lima hari. Hingga saat ini api belum berhasil dijinakkan. Angin kencang dan cuaca kering membuat Karhutla di wilayah ini semakin cepat meluas dan membesar. 

Ditambah lagi semak belukar yang kering di wilayah ini juga menjadikan api semakin mudah menjalar.

"Cuaca disana memang kering sekali karena tidak ada hujan, kita akan lakukan TMC disana, tapi untuk TMC ini kan harus ada potensi atau bibit awan untuk menyemai garam, saat ini memang diwilayah itu (Rohil) awan yang mau disemai belum terlihat," katanya. (mdi,mcr)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved