Jum'at, 17 09 2021
Timbulkan Polemik, Pemko Pekanbaru Hentikan Pungutan Parkir di Indomaret dan Alfamart | Pekanbaru dan Dumai Terima Trofi dan Sertifikat TPID Award 2021 | 7 Rekomendasi Lego untuk Anak | Ekspor Riau Alami Kenaikan Hingga 47 Persen, Gubri: Migas Turun, Non Migas Jadi Andalan Riau | Wapres Ma'ruf Amin Tegaskan Pentingnya Literasi Masyarakat Mengenai Wisata Halal | Dorong UMKM Berkembang di Era Digital, DPMPTSP Pekanbaru Bantu Promosi Melalui Program "Geliat UMKM"
 
Hukrim
Dendam Usai Diejek, Karyawan Sawit Tega Penggal Kepala Bocah 13 Tahun

Hukrim - - Sabtu, 11/09/2021 - 20:20:53 WIB

SULUHRIAU, Inhu - Seorang karyawan perkebunan sawit PT PAL ditangkap pihak Polres Indragiri Hulu (Inhu), Riau karena melakukan pembunuhan terhadap anak.

Pelaku berinisial PM (29) melakukan pembunuhan dengan keji dengan cara memenggal kepala korban yang berusia 13 tahun itu.

Pemicu pembunuhan yang terjadi di areal kebun Divisi I PT PAL, Desa Penyaguan Kecamatan Batang Gansal itu karena hal sepele. Dimana pelaku PM mengejek korban BFR. Korban yang tidak terima diejek membalas dengan kata-kata kasar ke pelaku.

"PM mengaku telah membunuh korban dengan cara membacok badan dan leher korban menggunakan kapak. Sadisnya lagi, pelaku sengaja memutus kepala korban," kata Humas Polres Inhu, Aipda Misran, Sabtu (11/09/2021).

Kasus pembunuhan sadis terhadap anak di bawah umur terjadi 27 Agustus 2021 siang. Saat itu korban PM pamit kepada orangtuanya untuk main game online simpang perumahan Divisi I PT PAL, karena disimpang itu yang ada jaringan internet.

Ayah korban bernama Arikson resah karena anaknya tidak kunjung pulang. Merekapun mencari korban hingga tengah malam, namun tidak kunjung ditemukan. Pada 30 Agustus 2021 sekitar pukul 09.00 WIB, dua orang warga yang ikut mencari korban, Karisma dan Robinhod mencium aroma tak sedap di dalam kebun kelapa sawit divisi I blok B16.

Warga pun mencari bau yang menyengat itu. Keduanya terkejut melihat kepala tanpa tubuh, namun tak jauh dari temuan kepala manusia itu. Kemudian tidak jauh dari ditemukan bagian tubuh manusia yang masih berpakaian lengkap. Jenazah itu mengenakan celana pendek warna hitam dan baju kemeja motif kotak warna hijau. Hasil keterangan itu sama persis dipakai korban saat terakhir pamit untuk bermain.

Pihak Polsek Batanggangsalpun melakukan penyelidikan. Untuk segera mengungkap, Polres Inhu melakukan pengusutan dibantu dan tim Jatanras Polda Riau. Hasil penyelidikan pengarah kepada PM. Polisi pun mencari keberadaan tersangka. Aksinya tersangka berhasil ditangkap.

Keterangan tersangka, saat itu dia berpapasan dengan korban. Saat itu korban sedang duduk sambil bermain game online handphone. Kemudian pelaku menyapa korban dengan mengatakan 'ngapa kau duduk disitu ikan teri,'" teguran ini mungkin membuat korban kesal sehingga korban menjawab dengan kata-kata yang kurang sopan kepada pelaku.

PM tersinggung dengan perkataan korban. Namun dia tetap melanjutkan perjalanan menuju lokasi kerja yang tidak jauh dari tempat korban duduk sambil bermain handphone. Setibanya di lokasi kerja, pelaku meletakkan semua peralatan kerja dan melihat ke arah tanggul tempat korban duduk. Pelaku tetap bekerja dan terus mengawasi korban.

Pelaku yang masih menyimpan dendam akhirnya memutuskan untuk menghabisi korban. PM mendekati korban sambil membawa kapak, kemudian mengajak korban untuk melihat tajur ikan. Korban yang masih polos mengikuti saja apa yang diminta tersangka. Keduanya berjalan menuju kebun sawit. Sekitar 100 meter berjalan, pelaku mengayunkan kapak ke arah korban dan menghantam dadanya.

"Korban berteriak dan berusaha lari dengan kondisi berlumuran darah. Pelaku terus mengejar dan setelah dekat, kembali mengayun kapak ke bagian leher korban, saat itu korban tersungkur, tapi tetap saja berteriak. Tidak mengenal belas kasihan, dia kembali mengayunkan kapak dan memenggal leher korban," imbuhnya.

Selanjutnya tanpa rasa bersalah dan menyesal, pelaku membuang badan dan kepala korban ke dalam kanal (sungai kecil) tak jauh dari lokasi pembantaian keji itu. Dia menutupi ceceran darah menggunakan pelepah sawit kering.

"Setelah membunuh, korban pergi dari lokasi dan membersihkan tubuhnya di kanal lain. Kemudian dia melanjutkan pekerjaannya," tandas Misran. (okz, jan)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved