Senin, 29 November 2021
Dengar Pengaduan Ratusan Petani Sawit Kopsa M Pangkalan Baru, Ini Tanggapan Erick Thohir | Dukung Program Riau Keren, Gubri Berharap Jadikan Peluang Ekonomi Kreatif | Gubri-Bupati Pelalawan Hadiri Puncak Jambore HUT PGRI Ke-76 dan Hari Guru Nasional 2021 | KSPI Nilai Airlangga Sebar Propaganda Pascaputusan MK | Menteri BUMN Erick Tohir Silaturrahmi ke LAM Riau, Janji Bantu UMKM dan Siap Berkolaborasi | Modal Usaha Ditambah Rp25 Miliar Gubri Minta PT Jamkrida Riau Tingkatkan Deviden
 
Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Komit Atasi Persoalan Banjir, Beberapa Strategi Penanganan Dilakukan

Pekanbaru - - Kamis, 23/09/2021 - 08:10:10 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Kota Pekanbaru sebagai kota besar tidak lepas dari berbagai persoalan. Salah satunya masalah banjir. Sama seperti sejumlah kota besar lainnya di Indonesia, banjir ataupun genangan menjadi momok warga kota berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa ini.

Mungkin gambar peta, langit dan teks yang menyatakan 'Lukud Takuana Umban Limbungan Meranti Ukai AirHitam Air Hitam embangynan Senapelan Sibam Pendanau Tenayan Sail Kelulut Taral Cipta Karya'
         Peta penanganan Banjir Pekabaru

Masalah banjir ini tidak bisa ditutup-tutupi, karena warga langsung merasakan dampak banjir. Seperti akhir-akhir ini hampir terjadi di setiap ceruk wilayah kota ini. Begitu hujan turun kota ini 'berkuah'.

Banyak faktor penyebab Kota Pekanbaru banjir, seperti faktor Topografis, dimana Topografi Kota Pekanbaru relative landai mencapai 20-50 cm dari permukaan laut.

"Ini menyebabkan rendahnya kecepatan aliran air dari anak-anak sungai ke Sungai Siak Siak. Akibatnya kapasitas sungai cepat terpenuhi, dampaknya sistem drainase tidak berfungsi maksimal dan menimbulkan genangan air, karena Pekanbaru terletak diantara dua DAS Siak dan DAS Kampar," terang Kadis PUPR Pekanbaru Indra Pomi baru-baru ini.

Selain itu, banjir Pekanbaru juga karena banjir kiriman. Karena sebagian wilayah kota merupakan DAS Sei Siak.

Mungkin gambar 2 orang, orang berdiri dan luar ruangan

Banjir terjadi pada saat intensitas hujan tinggi pada hulu sungai akibat rusaknya catchment area di daerah tapung. Back water (aliran balik), masuknya aliran air dari Sungai Siak ke jaringan anak-anak sungai karena luapan Sungai Siak dan
pengaruh pasang surut (laut) yang menyebabkan banjir.

18 Sub DAS

Di Pekanbaru ada 18 Sub daerah aliran sungai (DAS). Di Utara Sungai Siak, muara di Sungai Siak yakni,Takuana, Umban, Meranti, Limbungan, Ukai, Lukud

Selatan Sungai Siak, muara di Sungai Siak yakni Sungai Sibam, Air Hitam, Pembangunan, Senapelan, Sago, Limau, Sail, Tenayan, Pendanau

Selatan Sungai Siak, muara di Sungai Kampar seperti Tarai, Cipta Karya, Kelulut.

Ada sebanyak 363 titik masasalah banjir, terdiri dari banjir atau genangan sebanyak 121 titik, dengan luas genangan 294,36 ha.

Menurut data dipaparkan PUPR Pekanbaru juga, banjir juga disebabkan ulah manusianya.

Berubahnya tutupan lahan (rusaknya catchment area) akibat pembangunan, menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan meningkatnya air permukaan.

Perubahan kontur tanah karena adanya kegiatan penimbunan (rekayasa geoteknik), menyebabkan terganggunya aliran air alami atau hilangnya anak-anak sungai kecil.

Pembuangan sampah di aliran sungai atau drainase yang menyebabkan tersumbatnya drainase atau sungai.

Mungkin gambar 1 orang, berdiri dan luar ruangan

Terjadinya pendangkalan sungai karena tingginya erosi atau endapan akibat land clearing, pembuangan sampah ke drainase atau anak sungai.

Kemudian, tidak lepas pula dari Kondisi penataan pembangunan berbagai toko, ruko dan perumahan, ditambah dengan kurang maksimalnya penataan drainase dan normalisasi anak sungai, dan pembersihan bangunan atau tiang-tiang ruli dibangun masyarakat di atas drainase. Karena dengan kondisi ini menjadi salah satu penyebab banjir saat hujan mengguyur kota ini.

Pandangan inipun antara lain seperti dikemukakan pengamat perkotaan Dr Ikhsan dalam berbagai kesempatan dan diskusi di media sosial.

Optimis Teratasi Melalui Strategi

Namun, di tengah pesatnya pembangunan di berbagai sektor di Ibu Kota Provinsi Riau ini, melalui kepemimpinan Walikota-Wakil Walikota Firdaus-Ayat, berbagai persoalan kota yang mencul, teruatama masalah banjir, terus dibenahi Pemko Pekanbaru.

Penanganan masalah banjir khususnya menjadi tatangan tersendiri bagi Firdaus-Ayat untuk diselesaikan dengan langkah dan strategi dilakukan.

*  Bangun Drainase

Pemko Pekanbaru melalui Dinas PUPR dan OPD terkait lainnya membuat strategi penanganan banjir yang dinilai jitu mengatasi masalah banjir atau genangan sesuai kewenangan Pemko.

Terutama terkait pembangunan drainase dalam upaya penanganan banjir ada kewenangan masing-masing pemerintah yakni, Kementerian PUPR, Pemrov Riau, Kampar, Pekanbaru dan masyarakat itu sendiri dengan porsinya masing-masing.

Mungkin gambar pohon dan perairan

Dari data eskspos disampaikan pihak Dinas PUPR Pekanbaru, dalam hal ini tanggungjawab Kemen PUPR terdiri dari  31 (BWSS=13, Jalan=18). Provinsi Riau 28, Kabupaten Kampar 18, Pekanbaru 264 dan masyarakat 22.

Untuk hirarki penanganan drainase perkotaan Pekanbaru, terdiri dari badn air penerima, Sungai Ordo I, Sungai Ordo II, Saluran Primer, saluran Skunder dan Saluran Tersier.

Tentu selain membangun atau penataan drainase juga dibarengi dengan menormalisasi anak sungai, membuka tutup-tutup drainase di depan toko atau ruko seperti yang banyak terlihat saat ini. Karena  selain air akan menyerap juga akan lancar mengalir melalui drainase.

* Tingkatkan Sinergi


Kerja sama antar pemerintah, propinsi dan daerah, dalam rangka re vitalisasi catchment area Sungai Siak juga menjadi bagian strategi, seperti di daerah Tapung (Kampar dan Rohul), normalisasi Sungai dan pembangunan drainase.

Membangun infrastruktur pengendali banjir (pompa banjir dan tanggul di daerah bantaran Sungai Siak)

Sebab kebijakan pamukiman ada kawasan bebas banjir atau penataan ruang (RDTR/RTBL). Kemudian, membangu sumur resapan pada setiap rumah melalui instrument, pengaturan pembangunan pada sempadan sungai (GS 4) Rasio 70% : 30% untuk kawasan terbangun.

Termasuk pula pembangunan RTH, RTB, Kolam retensi dan waduk/embung Penataan dan pembangunan sistem drainase terintegrasi, sekunder, tersier) dan normalisasi sungai dan revitalisasi drainase serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah.

Mungkin gambar jembatan

Dengan melakukan langkah dan strategi tersebut, Pemko Pekanbaru optimis persoalan banjir atau genangan di Pekanbaru ini bisa diatasi. "Kalaupun tidak tuntas 100 persen, tapi Insya Allah bisa diminimalisir dari apa yang terjadi saat ini," pungkas Indra Pomi. (Adv, Kominfo,Sr]




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved