Senin, 29 November 2021
Dengar Pengaduan Ratusan Petani Sawit Kopsa M Pangkalan Baru, Ini Tanggapan Erick Thohir | Dukung Program Riau Keren, Gubri Berharap Jadikan Peluang Ekonomi Kreatif | Gubri-Bupati Pelalawan Hadiri Puncak Jambore HUT PGRI Ke-76 dan Hari Guru Nasional 2021 | KSPI Nilai Airlangga Sebar Propaganda Pascaputusan MK | Menteri BUMN Erick Tohir Silaturrahmi ke LAM Riau, Janji Bantu UMKM dan Siap Berkolaborasi | Modal Usaha Ditambah Rp25 Miliar Gubri Minta PT Jamkrida Riau Tingkatkan Deviden
 
Nusantara
Didemo Mahasiswa di Jambi, Ketua KPK Menghindar

Nusantara - - Senin, 27/09/2021 - 22:31:53 WIB

SULUHRIAU– Kedatangan Ketua KPK, Firli Bahuri ke Jambi tampaknya tidak begitu tenang saat bertemu dengan para pemimpin Kabupaten dan Kota Provinsi Jambi.

Kehadiran pimpinan lembaga antirasuah RI itu justru disambut aksi oleh para Aliansi Mahasiswa Jambi di depan Kantor Gubernur Jambi dan juga di depan Gedung DPRD Jambi.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak Ketua KPK mundur dari jabatannya serta mendesak KPK mencabut SK 625 tentang pemecatan 57 pegawai KPK pada tanggal 13 september 2021 lalu. KPK diminta harus independen dalam memberantas korupsi.

"Seharusnya KPK bersikap independen malah saat ini hanya sebagai alat untuk penguasa dan malah tunduk terhadap aturan Pemerintah," kata Pandu selaku koordinator lapangan aliansi mahasiswa saat orasi di depan Kantor Gubernur Jambi, Senin, 27 september 2021.

Dalam tuntutannya, mahasiswa juga mendesak  Ketua KPK harus menjaga marwah dalam memberantas korupsi khususnya di Republik Indonesia.

"Tugas Utama KPK selalu semangat memberantas korupsi dan jangan rusak marwah KPK," jelasnya.

Sementara itu, orasi mahasiswa secara bergantian itu, justru tidak didengar langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri atau menemui Mahasiswa meski datang ke Jambi. Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris yang mendapat kabar Mahasiswa aksi di depan Kantor gubernur langsung menemui para mahasiswa.

"Saya menerima apa mahasiswa sampaikan dan saya siap menyampaikan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa terhadap KPK," terangnya.

Al Haris mengatakan, kedatangan KPK ke Jambi mengajak Bupati dan Wali Kota Jambi agar bersih dari korupsi dalam pembangunan Jambi dan tuntutan segera dilaporkan.

"Tuntutan teman-teman akan saya laporkan kalau ada mahasiswa yang ingin bertemu," tegasnya.

Apa yang disampaikan Gubernur Jambi itu justru tidak diindahkan oleh mahasiswa. Massa meminta kehadiran Ketua KPK langsung di depan massa Mahasiswa

"Poin penting Kami dari Aliansi Mahasiswa Jambi hanya ingin Ketua KPK hadir di depan para mahasiswa," kata para Mahasiswa di depan Gubernur Jambi.

Sementara itu, saat Ketua KPK hadir di DPRD Provinsi Jambi, para mahasiswa langsung melakukan aksi. Meski sudah mengepung sampai ke belakang gedung, namun Ketua KPK justru menghindar dengan cara melewati pintu samping gedung DPR.

"Gubernur Jambi hanya meninggalkan janji kepada mahasiswa. Banyak sekali tuntutan kita kepada KPK baik itu permasalahan korupsi, seperti terkait pengadaan bantuan sosial, BLBI, terkait kasus penyelundupan benih lobster, suap ditjen pajak, kasus suap KPU Harun Masiku, dan segera menyelesaikan kasus suap RAPBD Jambi," tegas Presiden BEM Universitas Jambi, Kurnia Nanda. (vvc)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved