Senin, 29 November 2021
Dengar Pengaduan Ratusan Petani Sawit Kopsa M Pangkalan Baru, Ini Tanggapan Erick Thohir | Dukung Program Riau Keren, Gubri Berharap Jadikan Peluang Ekonomi Kreatif | Gubri-Bupati Pelalawan Hadiri Puncak Jambore HUT PGRI Ke-76 dan Hari Guru Nasional 2021 | KSPI Nilai Airlangga Sebar Propaganda Pascaputusan MK | Menteri BUMN Erick Tohir Silaturrahmi ke LAM Riau, Janji Bantu UMKM dan Siap Berkolaborasi | Modal Usaha Ditambah Rp25 Miliar Gubri Minta PT Jamkrida Riau Tingkatkan Deviden
 
Daerah
Kasus Korupsi Ratusan Juta Dana Desa, Mantan Kades Ditahan Polres Natuna

Daerah - - Kamis, 30/09/2021 - 08:20:20 WIB

SULUHRIAU, Natuna– Polres Natuna mengungkap dugaan kasus tindak pidana korupsi terkait penyelewengan anggaran Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut terjadi tahun 2016.

Penangkapan dilakukan Rabu, (29/09/2021) dipimpin Wakapolres Natuna Kompol Ferri Afrizon, S.E dengan di dampingi oleh Kasat Reskrim Iptu Ikhtiar Nazara S.H., M.Hum dan Kanit 1 Tipikor Ipda Wira Pratama S.Tr.K.

Mantan Kepala Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna berinisial M, yang saat ini menjabat Wakil Ketua BPD, harus meringkuk di di tahanan atas dugaan kasus korupsi pengelolaan keuangan dana desa tahun 2016 lalu.

M bersama satu orang rekannya inisal H yang dulunya menjabat sebagai bendahara Desa Kelanga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Natuna pada 16 September 2021 lalu.

Wakapolres Natuna Kompol Ferri Afrizon, S.E  di dampingi oleh Kasat Reskrim Iptu Ikhtiar Nazara S.H., M.Hum dan Kanit 1 Tipikor Ipda Wira Pratama S.Tr.K mengatakan kepada awak media bahwa, M diduga melakukan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp232 juta. Uang tersebut diselewengkan dari 6 kegiatan fiktif.

Kegiatan tersebut diantaranya ialah Pembangunan MDA, Pembinaan kesehatan masyarakat, Peningkatan kapasitas masyarakat, Pelestarian lingkungan hidup, Perjalanan dinas kepala desa dan Kegiatan turnamen.

“terhadap kegiatan tersebut kepala desa memerintahkan bendahara desa untuk mencairkan anggaran kegiatan tersebut tanpa adanya pengajuan dari pelaksanaan kegiatan kemudian kepala desa juga memerintahkan bendahara desa untuk membuat pertanggung jawaban terhadap kegiatan tersebut secara fiktif”, ujar Wakapolres Natuna

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Natuna, Iptu Ikhtiar Nazara SH., M.Hum mengatakan, bahwa berkas perkara tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Tersangka disangkakan pasal 2 dan pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan berkas saat ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses selanjutnya”, pungkas Kasat Reskrim Polres Natuna. (zul)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved