Senin, 29 November 2021
Dengar Pengaduan Ratusan Petani Sawit Kopsa M Pangkalan Baru, Ini Tanggapan Erick Thohir | Dukung Program Riau Keren, Gubri Berharap Jadikan Peluang Ekonomi Kreatif | Gubri-Bupati Pelalawan Hadiri Puncak Jambore HUT PGRI Ke-76 dan Hari Guru Nasional 2021 | KSPI Nilai Airlangga Sebar Propaganda Pascaputusan MK | Menteri BUMN Erick Tohir Silaturrahmi ke LAM Riau, Janji Bantu UMKM dan Siap Berkolaborasi | Modal Usaha Ditambah Rp25 Miliar Gubri Minta PT Jamkrida Riau Tingkatkan Deviden
 
Nusantara
Usai Dipecat, Kapolsek Parigi Moutong Bakal Jadi Tersangka

Nusantara - - Sabtu, 23/10/2021 - 19:15:56 WIB

SULUHRIAU– Kapolsek Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Iptu IDGN, dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena kasus dugaan asusila terhadap seorang gadis berinisial S. Status S merupakan putri dari seorang yang terjerat kasus hukum.

Sidang kode etik terhadap Iptu IDGN digelar di Markas Polda Sulawesi Tengah, Kota Palu, Sabtu, 23 Oktober 2021.

"Kalau sebelumnya yang bersangkutan masih disebut terduga, sekarang sudah berstatus pelanggar," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, saat dikonfirmasi VIVA, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Dia menyampaikan, setelah sidang kode etik tersebut, surat putusan PTDH itu selanjutnya diserahkan kepada Mabes Polri. Adapun mengenai penetepan status tersangka, Didik menyebut bakal diputuskan beberapa hari ke depan.

Sementara, Andi Akbar Panguriseng, pengacara yang mendampingi S (20), pihak korban, menyatakan mengapresiasi putusan dari kode etik itu.

"Saya juga ikut tadi pas pembacaan putusan sidang kode etik, dan atas putusan itu, kami menyatakan terima kasih dan mengapresiasi pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Sulteng," tuturnya.

Meski demikian, Andi Akbar berharap agar putusan tidak sekadar di atas kertas. Dia ingin putusan itu diumumkan dan disampaikan di depan publik.

Selain itu, dia berharap agar Iptu IDGN segera ditingkatkan statusnya menjadi tersangka dan dihukum seberat-beratnya.

"Senin pekan depan, kami diundang kembali untuk mengikuti sidang gelar perkara. Dan berharap terduga pelaku segera menjadi tersangka," kata Andi.

Sebelumnya, Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo menyampaikan aksi IDGN jadi sorotan karena mencoreng Polri. Aksi mesum IDGN terhadap S, salah seorang anak tersangka akan ditindak tegas secara pidana.

"Kapolsek Parigi sudah dicopot. Kemudian kemarin sudah melaporkan tindak pidananya kita akan proses," ujar Ferdy ditemui di Kantor Komnas HAM Jakarta Pusat, Selasa 19 Oktober 2021.

IDGN diduga berbuat mesum terhadap S (20). S diketahui anak dari seorang tersangka kasus pencurian ternak yang sedang ditahan di Mapolsek Parigi.

Aksi mesum IDGN diketahui setelah chat mesranya beredar di media sosial. Modus IDGN diduga mengiming-imingi janji membebaskan ayah S dari bui. Syaratnya, S mesti mengikuti keinginan syahwat IDGN di salah satu hotel.

Sumber: viva.co.id
Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved