Sabtu, 13 08 2022
Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022 Usai Hajar Vietnam | 56 Qori dan Qoriah Riau Ikuti TC Sebelum Berangkat ke MTQ Nasional di Kalsel | Bahlil: Tolong Bilang ke Rakyat, Siap-Siap Kalau Kenaikan BBM Terjadi | Jet Tempur Korsel Jatuh saat Misi Keamanan di Laut Kuning | Lahan Gambut Kering Seluas 4 Hektare Terbakar di Kabupaten Rokan Hulu | Diserahkan Sekjen Kemdikbudristek, Gubri Terima Sertifikat Pantun dari UNESCO
 
Ekbis
Pekan Ini Harga Sawit di Riau Turun Tipis, Tepatnya Rp3.369,39 per Kg

Ekbis - - Selasa, 16/11/2021 - 16:41:18 WIB

TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 17-23 November 2021 mengalami penurunan.

Penurunan terjadi pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp 87,75/Kg.

"Ada penurunan harga mencapai 2,54 persen dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp3.369,39/Kg," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja di Pekanbaru, Selasa (16/11/2021).

Ia menjelaskan bahwa turunnya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

Yang mana, untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp 401,30/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 477,70/Kg,  PT. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 399,00/Kg, PT. Asian Agri mengalami penurunan harga sebesar Rp 401,97/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp 411,80/Kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp. 127,00/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp. 0,27/Kg dari harga minggu lalu.

"Sementara dari faktor eksternal, Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) bergerak turun pada perdagangan pagi jelang siang hari ini.

Tanda-tanda penurunan produksi pada November ini karena panen terbatas dan curah hujan tinggi. Sementara Negara-negara tujuan ekspor CPO utama seperti India, China, dan Pakistan, mulai mengurangi permintaan," pungkasnya. [slt]








 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved