Sabtu, 13 08 2022
Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022 Usai Hajar Vietnam | 56 Qori dan Qoriah Riau Ikuti TC Sebelum Berangkat ke MTQ Nasional di Kalsel | Bahlil: Tolong Bilang ke Rakyat, Siap-Siap Kalau Kenaikan BBM Terjadi | Jet Tempur Korsel Jatuh saat Misi Keamanan di Laut Kuning | Lahan Gambut Kering Seluas 4 Hektare Terbakar di Kabupaten Rokan Hulu | Diserahkan Sekjen Kemdikbudristek, Gubri Terima Sertifikat Pantun dari UNESCO
 
Ekbis
Mie Sedaap Cup Ditolak Masuk Taiwan Gara-gara Kelebihan Residu Pestisida

Ekbis - - Rabu, 06/07/2022 - 14:05:35 WIB
Mie Sedap ditolak masuk Taiwan/Credit Focus Taiwan (dtc)
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU- Otoritas Bea Cukai Taiwan menahan kiriman mie instan yang berasal dari sejumlah negara termasuk Indonesia.

Produk mie instan asal Indonesia yang dilarang masuk ke Taiwan adalah Mie Sedaap.

Alasan otoritas Bea dan Cukai memblokir masuknya mi instan itu karena mengandung kelebihan residu pestisida.

Hal itu berdasarkan keterangan yang disampaikan Taiwan Food and Drug Administration (FDA) alias BPOM.

Selain Indonesia, produk mie instan yang tak diperbolehkan masuk dan beredar di Taiwan juga berasal dari Filipina dan Jepang. FDA menyebut di laporan impor makanan ada 19 pengiriman yang ditalak oleh otoritas bea cukai, termasuk 7 pengiriman mie instan yang ditotal mencapai 4.431,96 kg.

Dikutip dari Focustaiwan, Rabu (6/7/2022), di antara pengiriman mi instan tersebut, sebanyak 4.047 kg adalah adalah Mie Sedaap cup dari Indonesia dan 327 kg Lucky Me cup dari Filipina. Keduanya diimpor oleh Elom Group Company.

Mengingat banyaknya pengiriman mie instan yang terkontaminasi dari Indonesia, FDA mengatakan petugas bea cukai akan meningkatkan persentase impor yang diperiksa dari 5-10% menjadi sekitar 20%.

Bea Cukai juga menolak 56,96 kg mi cup Acecook dari Jepang yang diimpor oleh Zhong Xin International Development Co. FDA mengatakan bahwa semua produk di bawah standar akan dikembalikan atau dihancurkan.

Makanan di bawah standar lainnya yang ditolak oleh bea cukai termasuk Best Camellia Oil dari China dan kantong teh Queen Victoria dari Australia.

Sumber: detik.com
Editor: Khairul






 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved