Rabu, 05 Oktober 2022
Pegawai Kemenag Bisa Buka Tambungan Tanpa Setoran Awal & Tabung Haji untuk Anak dari BSI | Warga Demo ke Kantor Camat Tuah Madani, Minta Cabut SK Ketua RT | Seorang Bendahara Camat di Pemko Medan Ditembak OTK | Asosiasi Batik Kuansing Asah Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan | Dipimpin Kapolda, Forkopimda Riau Gelar Doa Bersama dan Taburan Bunga untuk Korban Tragedi Kanjuruha | Zulmansyah Ingatkan Peserta UKW dari Daerah Harus Ada Rekom PWI Kabupaten/Kota
 
Hukrim
Orangtua Berkaroke, Bocah 3 Tahun Jatuh dari Lantai 3 Hotel Grand Central Pekanbaru

Hukrim - - Senin, 19/09/2022 - 17:50:59 WIB
Bocah setelah terjatuh dari lantai 3 hotel Grand Central Pekanbaru, Senin (19/9/2022) pagi. (Istimewa)
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru- Para orangtua jangan lengah mengawasi buah hatinya. Karena lalai, bisa hal fatal terjadi pada si buah hati.

Inilah yang dialami oleh seorang bocah perempuan berusia 3 tahun, yang sedang bepergian bersama kedua orang tuanya di Kota Pekanbaru.

Bocah berinisial Mg itu, terjatuh dari kamar 328 di lantai tiga Hotel Grand Central Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, tempat ia menginap bersama kedua orangtuanya inisial MRR (22) dan ORH (22) asal Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Kejadian nahas itu terjadi, Senin (19/9/2022) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB.

Akibat jatuh itu, Mg segera dilarikan ke Rumah Sakit Safira Pekanbaru untuk mendapat perawatan medis, namun nyawanya tak tertolong.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan mengatakan, kejadian bermula saat karyawan serta security hotel tersebut melihat ada sesuatu yang jatuh di jalan portal masuk di samping hotel.

"Kemudian mereka mendekati hal yang jatuh tersebut yang ternyata seorang anak yang sudah tergeletak dalam keadaan masih hidup namun sekarat," kata Andrie.

Lalu karyawan hotel itu melihat ke arah atas dan ternyata ada jendela terbuka di lantai 3. Kemudian mereka bergegas untuk mengantarkan anak yang jatuh itu ke rumah sakit.

Karyawan hotel lalu mengecek ke lantai 3 tepatnya di kamar 328 yang setelah digedor ternyata tidak ada yang membukakan pintu.

Setelah menunggu beberapa lama, karyawan membuka pintu tersebut dengan menggunakan kunci master dan terlihat kamar dalam keadaan kosong serta jendela dalam keadaan terbuka.

"Berselang 10 menit. Karyawan hotel kembali menuju ke kamar 328 di lantai 3 untuk mengecek kembali. Saat sampai di depan pintu kamar, para saksi melihat penghuni kamar berada di dalam kamar 328," jelasnya.

Salah seorang dari penghuni kamar tersebut bertanya kepada karyawan hotel tersebut dimana keberadaan anaknya, lalu karyawam hotel mengarahkan agar turun ke lobi untuk menjelaskan perihal anaknya yang jatuh dari kamar lantai 3 dan mengatakan bahwa anaknya sudah dibawa ke rumah sakit.

"Mendengar hal tersebut penghuni kamar langsung menuju ke rumah sakit didampingi oleh karyawan hotel, ternyata korban yang jatuh itu sudah meninggal dunia dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum," ungkapnya.


Sementara itu, Kapolsek Bukit Raya AKP Syafnil mengungkapkan, setelah orangtua korban dimintai keterangan, saat kejadian, orangtua korban sedang tidak di dalam kamar,  suami istri bernama ORH (23) dan MRR (22) sedang karaoke.

mereka mengaku sengaja meninggalkan anaknya yang sedang tertidur di dalam kamar hotel dan pergi mendengarkan musik di lantai 1 hotel.

"Setelah ditanya, orang tuanya mengaku ke lantai 1 untuk ngopi dan dengarkan musik, sambil karaoke. Dan saat ditinggalkan, anak ini sedang tidur," kata Syafnil.

"Setelah ditanya, orangtuanya mengaku ke lantai 1 untuk ngopi dan dengarkan musik, sambil karaoke. Dan saat ditinggalkan, anak ini sedang tidur," kata Syafnil.

Lanjutnya, pasangan suami istri tersebut meninggalkan anaknya yang sedang berada di dalam namun tidak mengunci jendela kamar hotel.

"Waktu korban ditemukan, jendela itu sudah terbuka. Orangkua korban ngakunya jendela itu sudah ditutup sama mereka, tapi tidak dikunci," ungkapnya.

Saat ini, korban telah diserahkan kepada kedua orang tua korban. "Mereka meminta agar anak ini tidak diautopsi. Dan sudah membuat surat pernyataan tidak bersedia diautopsi," tandasnya. (src,rst)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved