Rabu, 05 Oktober 2022
Pegawai Kemenag Bisa Buka Tambungan Tanpa Setoran Awal & Tabung Haji untuk Anak dari BSI | Warga Demo ke Kantor Camat Tuah Madani, Minta Cabut SK Ketua RT | Seorang Bendahara Camat di Pemko Medan Ditembak OTK | Asosiasi Batik Kuansing Asah Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan | Dipimpin Kapolda, Forkopimda Riau Gelar Doa Bersama dan Taburan Bunga untuk Korban Tragedi Kanjuruha | Zulmansyah Ingatkan Peserta UKW dari Daerah Harus Ada Rekom PWI Kabupaten/Kota
 
Gaya Hidup
28 Wartawan Dinyatakan Kompeten UKW Angkatan XVIII SPS-PWI Riau

Gaya Hidup - - Rabu, 21/09/2022 - 16:02:01 WIB

TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru- Dari Uji Kompetensi Wartawan (UKW) kolaborasi antara Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Riau dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau angkatan XVIII dinyatakan kompeten, sebanyak 28 orang wartawan kompeten.

Hal itu disampaikan Ketua PWI Riau sekaligus dewan penguji, Zulmansyah Sekedang, usai pelaksanaan UKW di Hotel New Hollywood, Pekanbaru, Rabu (21/9/2022).

"Alhamdulillah, dari 30 peserta UKW, 1 kelas Madya dan 4 kelas Muda, 28 orang dinyatakan kompeten. Bagi yang dinyatakan belum kompeten jangan berkecil hati, belajar lagi, nanti kalau ada UKW selanjutnya boleh ikut lagi," kata Zulmansyah.

Zulmansyah menambahkan bahwa selain berbentuk ujian, UKW juga merupakan bagian dari edukasi untuk wartawan.

"Nanti teman-teman jika sudah diterbitkan oleh Dewan Pers keputusan berkaitan dengan yang kompeten atau belum kompeten ini, boleh konsultasi ke penguji kira-kira apa yang masih kurang dari ujian yang diikuti," ujarnya.

Zulmansyah juga mengumumkan dua peserta terbaik yang meraih nilai ujian tertinggi yaitu Soleh Saputra wartawan Riau Pos dengan skor 805 dan Linda Novia redaktur media Metro Riau dengan skor 760.

Dalam penyampaian kesan dan pesannya, Soleh mengatakan bahwa seluruh yang diuji dalam UKW merupakan pengetahuan yang sudah dijadikan kegiatan sehari-hari oleh wartawan.

"Tapi memang saat diuji, ada groginya dan jadi beban pikiran, apalagi saat dengar bisikan bahwa para penguji 'killer'," katanya.

Soleh menambahkan bahwa UKW merupakan salah satu cara menyelamatkan profesi wartawan.

"Saya mengutip yang disampaikan Ketua SPS Cabang Riau, Khairul Amri, bahwa UKW ini adalah cara menyelamatkan yang sedikit.
Begitupun para penguji ini adalah senior-senior kita yang tugasnya adalah melindungi profesi pers dengan memberi ilmu dan apa yang tidak boleh dilakukan wartawan," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris SPS Cabang Riau yang mewakili ketua, M Hasbi, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana dan PWI Riau.

Hasbi juga mengingatkan seluruh insan pers agar tak hanya memahami praktik jurnalisme yang ideal namun juga harus bisa kreatif.

"Pada realitanya saat ini media-media seperti kita memang bersaing dengan gempuran media sosial. Ini menjadi keresahan kita bersama, namun bukan berarti menjadi sebuah halangan. Media multiplatform adalah jawabannya," pungkasnya. (rls,src)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved