Rabu, 05 Oktober 2022
Warga Demo ke Kantor Camat Tuah Madani, Minta Cabut SK Ketua RT | Seorang Bendahara Camat di Pemko Medan Ditembak OTK | Asosiasi Batik Kuansing Asah Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan | Dipimpin Kapolda, Forkopimda Riau Gelar Doa Bersama dan Taburan Bunga untuk Korban Tragedi Kanjuruha | Zulmansyah Ingatkan Peserta UKW dari Daerah Harus Ada Rekom PWI Kabupaten/Kota | Jawab Kelangkaan, Gubri: Bulan Ini Vaksin Miningitis Ditarget Dikirim ke Riau
 
Sosial Budaya
Info Kelangkaan Vaksin Miningitis, Plt Kakan Kemenag: Kalau Ini Benar Disayangkan dan Perlu Diatasi

Sosial Budaya - - Kamis, 22/09/2022 - 21:27:36 WIB
Plt Kakan Kemenag Pelanbaru, H Abdul Wahid
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru- Terkait adanya informasi terjadinya kelangkaan vaksin miningitis saat ini, Plt Kakan Kemenag Pekanbaru H Abdul Wahid, M.I.Kom mengatkan, jika hal itu benar sangat disayangkan dan harus segera carikan solusi untuk mengatasinya.

Hal itu disampaikan Abdul Wahid, Kamis (22/9/2022). Ia mengatakan kalau kondisi ini terjadi di Pekanbaru ini sangat memprihatinkan. "Kalau memang info itu benar sangat kita sayangkan dan memprihatinkan, tertutama bagi Kementerian Agama Kota Pekanbaru, dan harus segera dicarikan solusi," katanya.

Wahid mengatakan, hal ini tidak bisa dibiarkan, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak, utamanya umat Islam yang tengah semangat untuk melaksanakan ibadah umrah.

Sebab, pasca pandemi Covid-19 sudah longgar dan pasca pelaksanaan ibadah haji, banyak sekali masyarakat menunggu untuk melaksanakan umrah.

Masyarakat dengan perjuangan perjalanan yang berat untuk berangkat, karena ada melalui Medan, Jakarta dan bahkan Kuala Lumpur, tapi mereka tetap bersemangat.

Wahid berharap pihak KKP di Riau hendaknya dapat mencarikan solusi terkait keterbatasan vaksin ini. Sehingga  tidak menjadi kendala jamaah berangkat umrah yang juga menjadi bagian dari tugas dari kemenag dan pihak travel perjalanan umrah untuk memfasilitasi masyrakat sebaik mungkin untuk umrah.

Maka, keterbatasan ketersedian vaksin dan lama menunggu vaksin ini menjadi penting untuk diatasi karena ini akan menjadi salah satu kendala calon jamaah untuk berangkat umrah.

Wahid tidak menampik ada desas- desus dari kalangan masyarakat terkait lamanya mendapat kartu kuning. Sebagaimana diketahui katanya vaksin miningitis ini salah satu syarat berangkat umrah yang dibuktikan dengan kartu kuning sebagai tanda calon jamaah sudah divaksin miningitis. "Semoga di Pekanbaru tidak terjadi kelangkaan vaksin miningitis ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Afiliasi Mandiri Penyelenggaraan Umroh Haji (Ampuh) menyampaikan, memastikan saat ini sedang terjadi kelangkaan vaksin meningitis di beberap wilayah Indonesia.

 Kelangkaan ini membuat keberangkatan jamaah umroh terhambat.

"Ampuh melihat saat ini kondisi ketersediaan vaksin meningitis di Indonesia sangat mengkhawatirkan beberapa vaksin pernyataan dari teman-teman seluruh Indonesia mereka harus antri menunggu sampai bulan Oktober karena tidak adanya vaksin," kata Sekjen Ampuh Tri Winarto, Rabu (21/9/2022).

Tri memastikan, kekurangan vaksin meningitis yang terjadi di beberapa daerah,khususnya wilayah Jawa membuat perjalanan jamaah umroh terhambat. Pemerintah harus segera mengatasi persoalan ini.

"Hal ini tentu menjadi kendala karena travel seluruh Indonesia sudah mengadakan pemesanan tiket atau booking tiket," katanya.

Tri memastikan, jika keadaan ini dibiarkan, maka dapat merugikan masyarakat umroh. Karena jamaah sudah ditetap jadwal keberangkatan jauh sebelum mendapat vaksinasi meningitis.

"Ini kalau tidak ada keberangkatan yang salah satunya disebabkan tidak adanya vaksin akan mengalami kerugian yang sangat besar," katanya.

Tri mengaku, Ampuh telah berusaha agar kelangkaan vaksinasi meningitis ini tidak merugikan masyarakat umroh. Untuk itu dia meminta  Kementerian Kesehatan segera menyediakam vaksin meningitis bagi jamaah umroh.

"Tentu Ampuh berusaha sedemikian rupa memberikan seruan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan agar setidaknya kewajiban vaksin ini diimbangi dengan keberadaan vaksin itu sendiri," katanya.

Kelangkaan vaksinasi membuat resah masyarakat umroh, karena bisa menghambat keberangkatan jamaah ke Tanah Suci. Meski demikian Pemerintah Arab Saudi sebenarnya tidak memeriksa Vaksin Meningitis.

"Ini betul-betul membuat keresahan seluruh travel di Indonesia bisa dibuktikan dan menjadi keprihatinan dari 10 asosiasi di Indonesia," katanya seperti dilanair Republika.co.id (sr3)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved