Selasa, 21 Maret 2023
Jemaah Naqsabandiyah Naqsabandiyah di Sumut Mulai Puasa Ramadhan Selasa 21 Maret | PWI Riau-PWI Pokja Pekanbaru Gelar Bazar Pasar Murah Ramadhan, 1 Paket Rp100 Ribu | Tabrak Lari, Guru Honorer Tewas Usai Tabrakan di Desa Batu Belah Kampar | Polsek Siak Hulu Sita Puluhan Botol Miras Berbagai Merek Saat Operasi Bina Kusuma Lancang Kuning | Komisi V DPRD Riau RDP dengan PT PHR, Namun Dirut PT PHR Jafee Suardin juga tidak Hadir | Pencarian Korban Longsor Serasan Selesai, Bupati Bersama Tim Gabungan Kembali ke Ranai
 
Religi
Perbedaan Adzan dan Iqamah dalam Mazhab Syafi'i

Religi - - Jumat, 04/11/2022 - 09:02:50 WIB
ilustrasi, muaazzin azan
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU- Perbedaan antara adzan dan iqamah pastinya telah banyak diketahui umat Islam. Namun dalam Mazhab Syafi'i terdapat beberapa perbedaan mendasar terkait dua panggilan ibadah ini.

Adzan secara etimologi berarti pemberitahuan. Sedangkan secara terminologi berarti menginformasikan (memberitahukan) tentang waktu-waktu sholat dengan lafaz yang telah ditetapkan oleh syariat.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan adzan yaitu memberitahukan tibanya waktu sholat fardhu. Sementara Iqamah secara bahasa berasal dari bahasa Arab yaitu aqaama-yuqiimu-iqaamatan yang berarti mendirikan.

Adapun secara istilah berarti pemberitahuan bahwa sholat akan segera dilaksanakan. Baik adzan maupun iqamah ini hukumnya sunnah kifayah.

Yaitu amalan sunnah yang jika sudah dilakukan oleh sebagian orang, maka gugur kesunnahan bagi yang lainnya untuk mengamalkan amalan itu.

Dalam satu Hadis dari Malik bin Huwarits, sesungguhnya Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila datang waktu sholat, hendaklah salah seorang di antara kamu adzan dan hendaklah yang tertua di antara kamu menjadi imam." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Mazhab Syafi'i memberikan penjabaran tentang sejumlah perbedaan dua panggilan sholat tersebut. Lafaz adzan akan dibacakan dua-dua, sementara iqomah hanya dibaca satu-satu dalam Fikih Manhaji.

Hal tersebut ditunjukkan dalam riwayat Anas bin Malik radhiyallahu 'anu berikut:

: أُمِرَ بِلاَلٌ أَنْ يَشْفَعَ، الأَذَانَ، وَأَنْ يُوتِرَ الإِقَامَةَ‏

Artinya: "Bilal diminta untuk menggenapkan adzan dan megganjilkan iqamah, kecuali lafal iqamah itu sendiri, yakni 'qad qaamatish sholat' (sholat akan segera didirikan), yang dilafalkan dua kali."

Kemudian adzan dilantunkan secara perlahan (tidak cepat) bertujuan untuk memanggil yang belum datang sehingga lebih tepat bila dilantunkan demikian.

Sedangkan iqamah dilantunkan secara cepat karena untuk menyegerakan sholat berjamaah bagi yang telah hadir. (kalam sindo)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved