Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
5 Gebrakan Anwar Ibrahim Usai Dilantik Jadi PM Malaysia
Sabtu, 26 November 2022 - 10:07:15 WIB
Perdana Menteri Anwar Ibrahim (Departemen Penerangan Malaysia/Wazari Wazir/Reuters).

SULUHRIAU - Perdana Menteri (PM) baru Malaysia Anwar Ibrahim memberikan gebrakan usai dilantik. Seperti soal menolak gaji PM dan memotong gaji menteri.

Seperti dilansir Malay Mail dan The Star, Jumat (25/11/2022), Anwar mulai menjabat PM ke-10 Malaysia pada Jumat (25/11) pagi waktu setempat. Dia tiba di kantor PM yang disebut Perdana Putra di Putrajaya, sebelum pukul 10.00 waktu setempat.

Prioritas utama Anwar adalah memulihkan perekonomian Malaysia.

"Saya bersyukur bahwa hari ini dan sebelum ini, situasi dan kepercayaan investor telah berubah. Ringgit menguat dan pasar saham hidup kembali," ucapnya.

"Mari kita sekarang fokus pada perekonomian dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghidupkan kembali (perekonomian) agar kesejahteraan rakyat, khususnya yang miskin dan terpinggirkan, akan terlindungi," cetus Anwar seperti dilansir Malay Mail.

Berikut beberapa gebrakan yang dilakukan oleh Anwar Ibrahim:

1) Berantas Korupsi

Anwar menegaskan bahwa pemerintahan yang baik, tanpa adanya korupsi, ditegakkannya independensi peradilan dan yang terpenting, kesejahteraan rakyat akan dipegang teguh oleh pemerintahan yang dipimpinnya nanti.

Dia menekankan bahwa rakyat Malaysia menginginkan perubahan, yang terlihat dalam hasil pemilu 19 November, dan memiliki harapan baru dari pemerintahan yang baru.

"Untuk mengangkat martabat (Malaysia) mereka, hentikan korupsi dan penyalahgunaan wewenang, urusi kepentingan rakyat," tegas Anwar seperti dilansir kantor berita Bernama.

2) Bentuk Pemerintahan 'Persatuan Nasional'

Anwar menyampaikan akan membentuk pemerintahan 'Persatuan Nasional.' Yaitu pemerintahan yang terdiri dari koalisi Pakatan Harapan yang dipimpinnya, dan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin UMNO, dan Gabungan Partai Sarawak.

Anwar membuka pintu bagi koalisi atau partai politik lainnya yang ingin bergabung. Seruan ini diduga merujuk pada koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin mantan PM Muhyiddin Yassin, yang sempat mempersoalkan penunjukan Anwar sebagai PM.

"Saya memiliki pandangan yang sangat terbuka. Ini adalah pemerintahan 'Persatuan Nasional'; semuanya diterima, dengan syarat Anda menerima aturan dasar pemerintahan yang baik, tidak ada korupsi, dan Malaysia untuk semua rakyat Malaysia," cetus Anwar seperti dilansir Malay Mail.

Selain didukung koalisi besar, Anwar juga mendapat dukungan partai-partai lebih kecil seperti Partai Warisan, Partai Ikatan Demokratik Malaysia (Muda) dan Partai Bangsa Malaysia (PBM). Dia menyatakan akan mempertimbangkan partai-partai yang mendukung dirinya dalam menyusun kabinet pemerintahan.

Disebutkan juga oleh Anwar bahwa calon Wakil PM dari negara bagian di Borneo dan Semenanjung Malaysia tengah dipertimbangkan.

3) Bentuk Kabinet Ramping-Potong Gaji Menteri

Anwar akan membentuk kabinet yang ramping. Namun, dia pun akan memotong gaji menteri-menterinya. Disebutkan Anwar bahwa usulan pengurangan gaji menteri dan perampingan jumlah anggota kabinet pemerintahan sedang dibahas.

"Ukuran Kabinet pasti akan lebih kecil dan saya meminta menteri-menteri baru untuk menyetujui proposal saya untuk mengurangi gaji mereka," ucap Anwar seperti dilansir media Malaysia, The Star.

"Ini masih dalam proses pembahasan dan persiapan," imbuhnya.

4) Tolak Gaji PM Malaysia


Anwar juga menekankan kembali janjinya sejak awal untuk menolak gajinya sebagai PM Malaysia. Langkah ini dimaksudkan untuk menanamkan kepercayaan publik.

"Saya telah mengumumkan bahwa langkah pertama untuk mendapatkan kembali kepercayaan rakyat, agar mereka tidak memandang para menteri dan pemimpin, terlepas dari partainya, terlepas dari keyakinannya, semuanya hanya memikirkan gaji, kepentingan, kontrak, saham," ucapnya.

"Oleh karena itu, saya memilih untuk menolak gaji seorang Perdana Menteri," tegas Anwar seperti dilansir Malay Mail.

5) 28 November Hari Libur Nasional

Anwar mengumumkan penetapan hari Senin mendatang, tanggal 28 November, sebagai hari libur nasional. Dia menyebut hal ini telah menjadi janjinya sejak sebelum menjabat PM.

"Saya akan berdiskusi dengan sekretaris kepala karena saya telah menjanjikan hari libur pada hari Senin minggu ini, tetapi ini tidak diselesaikan pada hari Senin pekan lalu," kata Anwar seperti dilansir The Star.

"Insya Allah, (kebuntuan) ini selesai pada Kamis (24/11) dan saya akan memenuhi janji saya untuk hari libur Senin depan," ujarnya, merujuk pada 28 November.

"Kepercayaan investor asing telah berubah, ringgit menguat dan pasar saham lebih segar. Makanya saya putuskan Jumat (25/11) bukan hari libur nasional, melainkan Senin (28/11) depan," ucap Anwar lagi.

Sumber: detik.com
Editor: Khairul





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat